Puasa dan Kesehatan

Oleh Amirulloh Syarbini
Penulis Buku "Kunci Rahasia Meraih Sukses Menurut Al Quran"
Penerbit Quanta - Elex Media

AJAIB! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan manfaat dari puasa. Kata ajaib sudah sering kita dengar, tetapi tidak semua orang mengetahui apa arti dari kata itu. Secara sederhana, ajaib adalah sesuatu yang aneh tapi nyata. Yakni, sesuatu yang terjadi di luar prediksi manusia, atau sesuatu yang dapat diprediksi, tetapi kenyataannya melebihi apa yang diprediksikan.

Dengan kata lain, ajaib adalah kejadian atau peristiwa yang tidak empiris dan sukar diterima oleh nalar sebagian kita yang terlanjur terbiasa berfikir bahwa ukuran kebenaran segala sesuatu haruslah rasional, terukur, kasat mata dan tangible. Namun demikian, bukan berarti sesuatu yang ajaib itu tidak ada yang rasional. Di dunia ini ada banyak kejadian atau peristiwa aneh dan ajaib, tapi rasional, bahkan sangat rasional. Hal itulah yang terjadi pada puasa.

Puasa adalah salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki pelbagai keajaiban, diantaranya dapat melahirkan kesehatan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, "Berpuasalah kamu niscaya akan sehat". Secara fisik,  puasa memiliki efek kesehatan seperti; membangun sistem kekebalan, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan masih banyak lagi.

Ketika seseorang berpuasa, menurut penelitian para ahli, akan terjadi dua peristiwa penting dalam tubuhnya. Pertama, rekonstruksi sel-sel tubuh. Dr. Abdul Jawwad Ash-Shawi mengatakan bahwa zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil proses pencernaan.

Pada saat berpuasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses pencernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, terbentuklah gugus-gugus baru untuk sel-sel, yang merenovasi strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, sehingga menghasilkan kesehatan bagi tubuh manusia.

Kedua, pembersihan tubuh dari racun. Pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dari proses ini dikeluarkan racun-racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh.

Untuk melihat lebih jauh tentang manfaat puasa bagi kesehatan fisik manusia, ada baiknya kalau kita membaca hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga orang ahli atau dokter ternama dari negara Barat yang non muslim terhadap faidah puasa. Ketiga orang ahli tersebut adalah: Allan Cott. M. D., seorang ahli dari Amerika; Dr. Yuri Nikolayev, Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow, dan; Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat "Fultonia" di Amerika.

Allan Cott, M.D., telah menghimpun hasil penelitian para pakar terhadap kedahsyatan puasa ke dalam sebuah buku yang berjudul Why Fasty, yang mengalami 17 kali cetak ulang dalam sewindu. Di dalam buku itu, ia menjelaskan secara rinci berbagai hikmah puasa untuk kesehatan antara lain:
a.    Puasa dapat membuat fisik dan psikis lebih baik (to feel better physically and mentally).
b.    Puasa menjadikan penglihatan terasa lebih muda atau lebih jelas (to look and feel  younger).
c.    Puasa membersihkan badan dari berbagai penyakit (to clean out the body).
d.    Puasa dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar lemak (to lower blood pressure and cholesterol levels).
e.    Puasa dapat lebih mampu mengendalikan nafsu seks (to get more our of sex).
f.    Puasa membuat badan sehat dengan sendirinya (to let the body healt it self).
g.    Puasa dapat mengendorkan ketegangan jiwa (to relieve tension).
h.    Puasa dapat menajamkan fungsi indrawi (to sharp the senses).
i.    Puasa dapat mengendalikan kemauan diri sendiri (to gain control of one self).
j.    Puasa dapat memperlambat proses penuaan (to slow the aging process).

Sementara itu, Dr. Yuri Nikolayev menilai keajaiban berpuasa dapat membuat awet muda orang yang menjalankannya, yang ia sebut sebagai suatu penemuan terbesarnya di abad ini. Ia mengatakan, "Menurut pendapat Anda, apa penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom Exocet? Bukan!. Menurut pendapat saya penemuan terbesar dalam abad ini adalah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional".

Sedangkan Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat "Fultonia" di Amerika Serikat mengatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh. (Indie Ainunnuha, 2009: 44-45)

Melihat keajaiban puasa yang ditemukan oleh para pakar di atas, saya teringat sebuah cerita tentang Michaelango, seorang kakek renta berusia lanjut. Suatu hari kakek itu ditanya tentang rahasia di balik kesehatannya yang  tetap prima dan gaya hidupnya yang menikmati performa enerjik yang luar biasa setelah melewati usia enam puluh tahun.

Ia menjawab, "Aku ini tekun menjaga kesehatan, energi, dan vitalitasku pada usia tiga puluh tahun sampai lima puluh tahun, hingga akhirnya aku membiasakan diri berpuasa dari waktu ke waktu. Dalam setiap tahun aku berpuasa sebulan; dalam setiap bulan aku berpuasa seminggu; dalam setiap minggu aku berpuasa sehari; dan dalam sehari aku hanya makan dua kali, tidak tiga kali seperti yang dijalankan kebanyakan orang. Selama berpuasa aku hanya mengkonsumsi air. Terkadang aku juga mengkonsumsi ekstrak buah-buahan atau sesendok teh madu lebah asli ketika aku merasa tidak sanggup lagi meneruskan aktivitas dan menunaikan kewajiban sehari-hari".

Demikian pengalaman orangtua yang membiasakan dirinya berpuasa dan merasakan hikmah yang luar biasa hingga usia senja. Ia berpuasa dengan caranya sendiri, tanpa ada perintah dari agamanya. Michaelango saja merasakan manfaat luar biasa dari puasa yang dilakukannya, apa lagi kita yang memang disyari'atkan agama kita untuk berpuasa. Pasti kita bisa merasakan manfaat puasa yang lebih dahsyat lagi bagi kesehatan tubuh kita, asalkan kita berpuasa dengan benar.  (*)

Baca Juga:

Bocah Kecil itu Benar-benar Sebut Jokowi sebagai Sukowi

Gubernur DKI Jakarta Bagi-bagi Sepeda di Istora

Venna Melinda Ajak Ivan Fadilla Buka Bersama, Tapi Belum Direspon

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.