Puasa Kliyengan karena Tensi Turun atau Gula Darah Turun?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAPuasa Ramadhan menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Kewajiban berpuasa sendiri terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 183.

Dalam surat Al Baqarah ayat 183 itu dijelaskan bahwa "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". Umat muslim di tanah air diketahui menjalankan ibadah puasa selama 14 jam lamanya.

Selama 14 jam puasa mungkin ada diantara kita yang merasakan "kliyengan" saat berpuasa. Lantas apa yang membuat seseorang kliyengan saat berpuasa? Apakah kliyengan tersebut terjadi karena tensi darah turun atau karena gula darah yang turun?

Terkait dengan hal tersebut, spesialis penyakit dalam dr. Virly Nanda Muzelina, SpPD angkat bicara? Seperti apa penjelasannya? Simak berikut ini.

"Kliyingan bisa terjadi karena tensinya turun atau gula darahnya turun. Keduanya sama-sama punya gejala kliyengan sampai keringat dingin. Maka dari itu perlu dievaluasi oleh tim dokter. Pada penyakit diabetes perlu diwaspadai kliyengan itu terjadi karena gula darah yang turun," kata dia dalam program Hidup Sehat TvOne, Rabu 21 April 2021.

Dijelaskan lebih lanjut, ketika gula darah turun saat berpuasa, disarankan untuk mengonsumsi teh manis dan madu saat berbuka puasa. Hal ini lantaran baik teh manis dan madu dapat menaikkan gula darah yang turun saat berpuasa.

Namun di sisi lain, Nanda membantah bahwa ketika tekanan darah turun ketika puasa, masyarakat bisa mengonsumsi daging kambing saat berbuka untuk meningkatkan tekanan darah.

"Itu mitos karena gizi yang terkandung dalam daging kambing dan daging sapi tidak menyebabkan tekanan darah menjadi naik. Daging kambing diketahui memiliki struktur lemak yang lebih berkurang dibanding jenis daging merah lainnya," ujar dia.

Lantas bagaimana agar kita bisa berpuasa tanpa mengalami kliyengan? Berikut ini tipsnya. Dijelaskan, Nanda saat sahur perbanyak konsumsi air mineral dan makanan yang kaya serat, baik, karbohidrat dan protein yang cukup.

"Kalau di tengah-tengah puasa kliyengan periksa apa yang turun tekanan darah atau gula darah. Kalau gula darah yang turun kalau kuat istirahat supaya tidak batal. Tapi kalau gula darahnya turun di bawah 60mg disarankan untuk tidak puasa. Komplikasi gula darah rendah itu bisa berbahaya," kata dia.