Puasa Selama Ramadhan Diterima atau Tidak, Ini Dia Tandanya

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Puasa (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Bulan suci Ramadhan menjadi bulan untuk umat Islam berlomba meraih keberkahan dengan melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh. Karena, segala hal baik yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya.

Seluruh umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan tentu berharap agar puasa beserta ibadah lainnya diterima Allah SWT.

Namun, siapapun tidak bisa menjamin apakah ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Hal ini merupakan rahasia Allah dan hanya Allah lah yang berhak menentukan menerima atau menolaknya.

Agar kita dapat mengetahui diterima atau tidak amalan kita, berikut terdapat beberapa tanda yang dapat digunakan untuk mengenalinya:

1. Selalu Istikamah dalam Beribadah

Istikamah dalam melakukan ibadah adalah salah satu tanda bahwa ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT. Iman yang kita miliki harus dibentuk agar semakin kuat dalam melakukan ibadah, seperti rajin sholat dan semangat puasa.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al Hambali yang berbunyi:

"Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal dari seorang hamba, maka Allah memberinya taufik untuk melakukan amal soleh setelahnya."

Menurut Rasulullah SAW, istikamah tidak harus dilakukan pada ibadah besar. Kita dapat melakukan istikamah pada beberapa ibadah ringan.

Rasulullah mengatakan, lebih baik ketika kita melakukan ibadah ringan namun dengan intensitas yang rutin.

Anjuran ini ada dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang berkelanjutan walaupun itu sedikit."

2. Hindari Amalan Buruk

Selanjutnya memastikan bahwa kita terhindar dari amalan-amalan buruk. Sekecil apapun amalan buruk, sebaiknya kita hindari agar mendapat berkah yang berlimpah serta ibadahnya diterima Allah SWT.

Amalan buruk kecil yang jarang diperhatikan oleh seseorang seperti ghibah, berbohong, riya, suudzon, berlebihan dalam melakukan sesuatu, dan lain sebagainya.

Salah satu tanda ini dijelaskan oleh Ibnu Athaillah:

"Siapa yang segera memetik buah dari amalnya, maka itu menunjukkan amalnya telah diterima."

3. Hilangnya Kebaikan

Apabila kita tidak melakukan amalan-amalan baik dan justru melakukan hal buruk, bahkan sampai meninggalkan kewajiban dalam beragama maka hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa amalan kita akan ditolak.

Tanda bahwa amalan ditolak ini disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur'an Al 'Adhim saat membahas tafsir surat Al Lail:

"Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya."

Cinta Islamiwati

Sumber: Dream.co.id

Reporter: Ahmad Baiquni

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel