Publik Tidak Simpati Sikap PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap merasa tergabung dalam koalisi pemerintahan. Meskipun, Juru Bicara Julian Aldrin Pasha mengatakan hubungan PKS dengan koalisi telah berakhir.

Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto mengatakan PKS telah berhitung mengenai keberadaannya di koalisi. "Jika PKS di luar koalisi pemerintahan tidak memungkinkan mendapatkan resources yang cukup untuk persiapan Pemilu 2014," kata Toto kepada Tribunnews.com, Minggu (22/6/2013).

Toto mengatakan PKS menikmati posisi sebagai partai pendukung pemerintah tersebut. Menurutnya,  upaya untuk menentang kebijakan menaikkan harga BBM yang sebelumnya ditujukan untuk meraih simpati publik ternyata tidak berhasil.

"Publik tidak bersimpati terhadap sikap PKS tersebut. Alih-alih bersimpati, publik mencibir langkah PKS itu tak lebih sebagai upaya memperbaiki citra sebagai partai korup," katanya

Toto mengungkapkan PKS berhitung bahwa SBY dan koalisi amat memerlukan keberadaan partai tersebut di koalisi untuk memperkuat posisi kekuasaan. PKS, kata Toto, berpikir tidak mungkin SBY mendepak mereka.

"Jika SBY benar berani mendepak PKS, berarti semua perhitungan PKS ini salah," tuturnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.