Puisi adalah Bentuk Karya Sastra yang Indah, Pahami Jenis dan Cara Membuatnya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Selain pantun, karya sastra yang indah dan penuh makna ialah puisi. Puisi merupakan bentuk karya sastra yang selalu digemari oleh berbagai kalangan. Bahasanya yang menyentuh kalbu menjadi salah satu alasan puisi selalu menarik perhatian. Selain itu, tak jarang seseorang menggunakan media puisi untuk menyatakan kasih sayang kepada orang tua atau kerinduan dengan seorang sahabat.

Perjalanan puisi sendiri di Indonesia sudah ada sejak lama, ditandai dengan para penyair besar yang telah menghasilkan karya-karya puisi yang fenomenal, seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Ismail, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo dan lain sebagainya. Beberapa sastrawan tersebut memiliki gaya bahasanya masing-masing saat menulis dan membaca puisi.

Seiring perkembangan zaman, kini puisi memiliki berbagai macam jenis aliran, seperti puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Semua jenis puisi tersebut masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Nah, untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak soal puisi, bisa melihat ulasannya berikut ini. Fimela.com akan mengulas pengertian, jenis, dan cara membuat puisi. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Puisi

Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/Liam
Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/Liam

Secara umum, puisi adalah ungkapan hati penyair yang dalam maknanya. Tidak hanya makna, puisi juga memiliki rima, irama, matra, dan bait. Puisi juga merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan sebuah perasaan atau suatu pikiran dari penyair secara imajinatif. Penyair merupakan seseorang yang membuat atau menciptakan sebuah puisi.

Dalam proses pembuatan puisi, seorang penyair menggunakan bahasa yang penuh makna dan sistematis. Biasanya puisi akan lebih mudah dibuat jika melibatkan unsur perasaan atau emosi yang ada dalam diri sehingga untaian katanya bisa menyentuh.

Jenis-Jenis Puisi

Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/LinkedIn
Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/LinkedIn

Puisi memiliki beragam jenis, namun umumnya puisi dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya puisi lama, puisi baru dan puisi kontemporer. Masing-masing jenis puisi tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda, berikut penjelasannya.

Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Sehingga puisi ini cenderung memiliki aturan dan bermakna yang sering digunakan saat upacara adat. Puisi ini terbagi menjadi beberapa jenis, seperti pantun, talibun, syair, dan gurindam.

Puisi Baru

Puisi baru merupakan sebuah karya sastra yang mengungkapkan perasaan serta pikiran yang menggunakan bahasa dengan memperhatikan irama, mantra, penyusunan lirik hingga makna di dalam puisi tersebut. Puisi baru memiliki beberapa ciri-ciri, seperti menggunakan puisi empat seuntai, tiap barisnya atas sebuah gatra yang terdiri dari 4-5 suku kata.

Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah puisi yang selalu berusaha menyesuaikan perkembangan zaman atau keluar dari ikatan konvensional. Umumnya jenis puisi ini tidak lagi mementingkan irama serta gaya bahasa seperti puisi lama dan puisi baru. Adapun klasifikasi puisi kontemporer meliputi puisi konkret, puisi lama dan puisi mbeling atau puisi yang tidak mengikuti aturan umum.

Cara Membuat Puisi

Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/Tirachard
Ilustrasi Membuat Puisi Credit: pexels.com/Tirachard

Semua orang bisa membuat puisi jika memiliki kemauan, dimulai dari puisi yang sederhana sampai kamu menjadi terbiasa dan ahli merangkai kata menjadi puisi yang bermakna. Nah, untuk kamu yang bingung dalam membuat dan menulis puisi, simak cara membuat puisi berikut ini:

Banyak Membaca

Cara membuat puisi yang paling utama adalah membaca. Sebelum menulis puisi sebaiknya banyak membaca buku-buku karya sastra berbentuk puisi. Dengan banyak membaca buku sastra tentu akan memperkaya referensi, sehingga akan menambah inspirasi kamu.

Menentukan Tema

Dalam proses pembuatan puisi, hal yang tidak boleh dilewatkan adalah menentukan tema. Sebelum menulis pastikan tema yang akan kamu angkat di dalam puisi tersebut sudah jelas.

Perhatikan Diksi dan Rima

Cara membuat puisi selanjutnya yaitu memperhatikan diksi dan rima. Diksi merupakan pilihan kata yang selaras. Kamu harus memilih kata yang benar-benar selaras serta memiliki makna dalam setiap baitnya.

Proses Merangkai Kata

Setelah mendapatkan tema serta telah memilih diksi yang pas, maka segeralah menulis. Ungkapkan segala hal yang sedang kamu rasakan, kemudian tuangkan dalam bentuk tulisan. Ekspresikan semua yang ada di hati dan pikiran. Cobalah untuk selalu jujur dalam menulis sebuah puisi.

Mencari Judul

Selanjutnya, cara membuat puisi yang tak boleh terlewat adalah judul. Sebenarnya judul bisa kamu buat sebelum menulis puisi. Akan tetapi untuk pemula silahkan cari judul yang paling menarik setelah kamu selesai menulis puisi.