Puja-puji Kinerja Jokowi, Demokrat Kritik Banyak yang Meninggal di Tengah Pandemi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - DPP Partai Demokrat mengkritik pujian yang dilontarkan para ketua umum partai politik koalisi atas kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Jubir DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, saat ini bukan saat yang tepat untuk melantunkan puja dan puji ataupun melakukan selebrasi.

"Apakah kita tidak sebaiknya menahan diri, dan terus mawas diri? Apakah empati sudah menjadi barang langka di negeri ini? Di kala 130 ribu anak bangsa ini kehilangan nyawanya karena pandemi, apakah patut pemerintah diklaim berprestasi dan karenanya patut mendapatkan apresiasi?" kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).

Herzaky mempertanyakan di mana hati nurani, para pejabat maupun tokoh publik yang menebar pujian di saat situasi masih belum terkendali. Demokrat meminta pemerintah untuk terus mawas diri dan menahan diri.

"Tidak sibuk dengan puja puji atau selebrasi terlalu dini. Tolonglah berempati dengan 130 ribu keluarga anak bangsa yang telah kehilangan sanak saudaranya karena pandemi. Ingat, tidak ada yang lebih bernilai dari nyawa manusia, seperti yang selalu Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, ingatkan," jelas dia.

Herzaky mengingatkan, saat ini masih terlalu dini untuk melakukan selebrasi. Seharusnya melakukan evaluasi.

"Dan, tentunya mempersiapkan mitigasi. Agar ada antisipasi jika nanti ada serbuan dari varian baru virus penyebab pandemi ini. Janganlah mengulang kesalahan sama, seperti ketika di awal pandemi, maupun tatkala varian delta menyerbu negeri di Juni-Juli lalu," kata dia.

Diminta Fokus Kebijakan yang Efektif

Demokrat menilai, Pemerintah gelagapan dan kekacauan selama pandemi terjadi di mana-mana.

"Oksigen sulit diperoleh di mana-mana sampai banyak rakyat penderita Covid-19 kehilangan nyawa karena tidak kebagian oksigen, rakyat terbaring di parkiran menanti giliran bisa dirawat inap di rumah sakit, maupun tenaga kesehatan banyak yang kelelahan dan kemudian meregang nyawa karena menangani pasien tak pernah henti," beber dia

Pemerintah, lanjut Herzaky, sebaiknya fokus untuk terus memikirkan dan menempuh kebijakan yang benar-benar efektif, bukan sekedar menyelesaikan apa yang di depan mata saja, tapi menyisakan persoalan di kemudian hari.

"Rasio jumlah pasien positif Covid-19, rasio jumlah kematian, maupun jumlah penduduk yang divaksin, masih sangat jauh dibandingkan standar WHO, ataupun negara-negara tetangga. Terlalu dini untuk berpuas diri," pungkas Herzaky.

Pujian Ketua Umum Parpol

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kanan) memberi keterangan terkait pertemuan dan makan siang bersama di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kanan) memberi keterangan terkait pertemuan dan makan siang bersama di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjalan efektif. Prabowo yang masuk ke kabinet sebagai Menteri Pertahanan mengaku menjadi saksi bahwa kebijakan Jokowi mengutamakan masyarakat.

Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu Ketum Partai Politik Koalisi di Istana Negara Jakarta, Rabu 25 Agustus 2021. Adapun video tersebut diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

"Kepemimpinan Pak Jokowi efektif, Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak. Saya lihat, saya saksi, saya ikut di kabinet. Kepemimpinan, keputusan-keputusan bapak cocok untuk rakyat," kata Prabowo.

Menurut dia, para menteri di kabinet Indonesia Maju bekerja sesuai arahan Jokowi dan kompak. Prabowo pun meminta Jokowi untuk tak memperdulikan suara-suara yang dapat memperkeruh kondisi Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku pernah menyemangati Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Megawati menyampaikan bahwa pandemi ini tidak hanya dialami Indonesia, namun juga negara-negara lain.

Menurut dia, saat ini belum dapat dipastikan apakah kecepatan vaksinasi Covid-19 bagian dari pengobatan dan berapa lama dapat meruntuhkan virus corona. Terlebih, saat ini ada Covid-19 varian delta yang sudah masuk ke Indonesia.

Namun, kata Megawati, hal terpenting saat ini adalah kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, dia menilai masyarakat harus diberi pemahaman bahwa vaksin hanya berfungsi meningkatkan imunitas.

"Vaksin ini bukan obat, tapi membuat imunitas kita menjadi tinggi. Mengapa sudah ada yang divaksin bertanya kok kena lagi, karena ya sudah lupa kehati-hatian dan sangat populer sekarang adalah prokes. Itu sangat benar, Bapak," ujarnya.

"Kita sudah benar. Makanya saya bilang dukung Bapak, jalur kita sudah betul," sambung Megawati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel