Pujian 13 Bintang dan Legenda Sepak Bola tentang Kehebatan Lionel Messi, Ada Cristiano Ronaldo

Bola.com, Jakarta - Kebintangan Lionel Messi di kancah sepak bola dunia tak perlu dipertanyakan lagi. Pemain berjuluk La Pulga tersebut telah mencicipi hampir semua gelar bergengsi, bersama tim maupun individu. 

Satu-satunya "noda" bagi Lionel Messi mungkin hanya kiprahnya bersama Timnas Argentina. Sang superstar belum berhasil mempersembahkan gelar juara dunia yang diidam-idamkan para penggemar Timnas Argentina. 

Belakangan Lionel Messi kembali memicu pembahasan panas. Pemicunya adalah kelanjutan masa depannya di Barca. Messi terlibat perselisihan terbuka dengan Direktur Olahraga Barcelona, Eric Abidal. Meskipun konflik tersebut telah diredam, efeknya masih ke mana-mana. 

Publik dan media mulai berspekulasi Lionel Messi bisa meninggalkan Camp Nou pada akhir musim ini. Skenario tersebut dulu sangat sulit dibayangkan karena sepanjang kariernya Messi memang hanya memperkuat Barcelona. 

Namun, belakangan skenario Messi berkonstum tim lain terus bermunculan. Salah satu klub yang santer dikaitkan dengan Messi adalah raksasa Premier League, Manchester City. Ada sosok mantan pelatih Messi di sana, Pep Guardiola, yang bisa memuluskan skenario perpindahan itu. 

Apa pun yang terjadi nanti, Messi tetaplah Messi. Sang pemain diprediksi tetap tampil memukau pada tahun-tahun mendatang, dengan klub apa pun. 

Kehebatan Messi telah diakui oleh legenda-legenda sepak bola dunia, mantan rekan setimnya, bahkan hingga rivalnya, Cristiano Ronaldo. Berikut ini beberapa pengakuan atas kehebatan Lionel Messi, seperti dilansir Sportkeeda

1. Carles Puyol

Carles Puyol (kiri) saat masih berada setim dengan Lionel Messi (kanan) di Barcelona. (AFP/Patricia de Melo Moreira)

"Barcelona ini akan selalu diingat sebagai Barca-nya Messi. Dia di atas segalanya yang pernah saya lihat. Dia Alien," kata legenda Barcelona sekaligus mantan rekan setim Messi, Carles Puyol. 

 

2. Zinedine Zidane

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menyaksikan pemainnya bertanding melawan Osasuna pada lanjutan pertandingan La Liga di stadion Santiago Bernabeu, Spanyol (25/9/2019). Dengan kemenangan ini Real Madrid ke Puncak Klasemen La Liga dengan poin 14. (AP Photo/Bernat Armangue)

"Dia selalu terus maju. Dia tak pernah mengumpan bola kembali ke belakang atau melebar. Dia hanya punya satu ide, maju mencetak gol. Jadi sebagai penggemar sepak bola, saya menikmati pertunjukan itu," kata legenda sekaligus pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. 

 

3. Roy Keane

Roy Keane - Cedera yang dialami oleh Bryan Robson membuatnya dipilih oleh Sir Alex untuk mengisi posisi gelandang bertahan. Kemampuannya mengontrol lini tengah terus berkembang hingga akhirnya 1997 dipercaya untuk menjadi kapten.

"Saya fan berat Maradona dan saat ini Cristiano Ronaldo bagus, tapi Messi terbaik yang pernah saya lihat. Saya tak memuji berlebihan, tapi Messi layak mendapatkannya. Saya mencari kelemahan dalam permainannya dan tak menemukannya," kata legenda Manchester United, Roy Keane. 

 

4. Johan Cruyff

Johan Cruyff

"Untuk sepak bola dunia, Messi adalah harta berharga karena dia anutan untuk anak-anak di seluruh dunia. Messi akan menjadi pemain yang memenangi Ballon d'Or terbanyak dalam sejarah. Dia akan menang lima, enam, tujuh. Dia berada di liga yang berbeda," kata legenda sepak bola Belanda, Johann Cruyff. 

 

5. Romario

Romario (tengah) mengantarkan Timnas Brasil juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. (DANIEL GARCIA / AFP)

"Newton and Einstein punya level autisme tertentu. Saya berharap, seperti mereka, Messi melampaui dirinya sendiri setiap hari dan terus memberikan kami keindahan imej sepak bola," ujar legenda sepak bola Brasil, Romario. 

 

6. Raul Gonzales

Raul Gonzales mesin gol Real Madrid sebelum era Cristiano Ronaldo (BRU GARCIA / AFP)

"Suatu hari saya melihat salah satu permainannya. Dia berlari membawa bola dengan kecepatan 100 persen. Saya tak tahu berapa sentuhan yang dilakukannya, mungkin lima atau enam, tapi bola menempel di kakinya. Rasanya mustahil," kata legenda Real Madrid, Raul Gonzales. 

 

7. Diego Simeone

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. (AP/Andreas Gebert)

"Diego Maradona memberi kami banyak momen emosional. Namun, tanpa diragukan, Messi lebih baik daripada Maradona," kata pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. 

 

8. Zlatan Ibrahimovic

Kehebatannya di Inter Milan membuat Zlatan Ibrahimovic langsung diboyong oleh raksasa La Liga Spanyol, Barcelona. Namun kariernya mandek di negeri matador karena tidak cocok dengan strategi dari pelatih La Blaugrana, Pep Guardiola yang membuatnya dilepas ke AC Milan. (AFP/Lluis Gene)

"Messi tak butuh kaki kanannya. Dia hanya menggunakan kaki kirinya dan masih tetap menjadi terbaik di dunia. Bayangkan jika dia juga menggunakan kaki kanannya, maka kita semua menghadapi masalah serius," kata pemain AC Milan yang pernah setim dengan Messi, Zlatan Ibrahimovic. 

 

9. Paolo Maldini

Paolo Maldini (AC Milan) - Saat sang legenda memutuskan untuk pensiun, saat itu pula nomor tiga diistirahatkan. Persembahan 26 trofi untuk klub kota Milan itu membuat I Rossoneri layak memberikan penghormatan tinggi untuknya. (AFP/Emilio Andreoli)

"Saya rasa dia telah mencapai dan melampaui level Maradona. Dia melakukan banyak hal luar biasa, di kecepatan seperti itu benar-benar gila," ujar legenda AC Milan, Paolo Maldini. 

 

10. Xavi

Xavi Hernandez - Xavi merupakan salah sosok sentral di Barcelona ketika Messi datang. Mereka meraih berbagai prestasi hebat bersama-sama. Jika Xavi memberikan umpan, Messi dengan mudah menjebol gawang lawan. Kerja sama di antaranya keduanya sangat simpel, tapi mematikan. (AFP/Cesar Manso)

"Sudah jelas Messi levelnya di atas semua pemain lainnya. Yang tak melihatnya pasti buta," kata legenda Barcelona yang juga pernah setim dengan Messi, Xavi. 

 

11. Luis Figo

Luis Figo, gelandang sayap asal Portugal itu selama lima musim dari 2000-2001 hingga 2004-2005 mengenakan nomor 10 bersama Los Galacticos. (AFP/Marc Alex)

"Bagi saya, melihat Messi bermain adalah kesenangan, bahkan seperti orgasme. Benar-benar menyenangkan," kata mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, Luis Figo. 

 

12. Pep Guardiola

Pelatih Barcelona Pep Guardiola (kanan) tampak memberikan instruksi kepada pemainnya Lionel Messi.

"Jangan menulis tentangnya, jangan mencoba mendriskripsikannya. Cukup lihat saja dia," kata manajer Manchester City yang pernah menangani Messi di Barcelona, Pep Guardiola. 

 

13. Cristiano Ronaldo

Lionel Messi (kiri) dan Cristiano Ronaldo (kanan) dalam konferensi pers jelang penganugerahan FIFA Ballon d'Or 2015 di Kongresshaus, Zurich, Selasa (12/1/2016) dini hari WIB. Messi akhirnya meraih gelar tersebut pada edisi 2015. (AFP/Olivier Morin)

Saya benar-benar mengagumi kariernya dan dari sisinya, dia pernah bilang kecewa ketika saya meninggalkan Spanyol, karena dia mengapresiasi rivalitas kami. Ini rivalitas bagus, tapi tidak unik. Michael Jordan punya rivalitas di basket, ada juga Ayrton Senna dan Alain Prost di F1," kata Ronaldo. Saya tak ragu Messi membuat saya menjadi pemain yang lebih baik," kata megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo.