Pukulan Telak untuk Liga Super Eropa

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kontroversi gagasan Liga Super Eropa masih terus berlanjut. Teranyar, ada kabar jika Pengadilan menolak permintaan percepatan keputusan terkait hal itu.

Penggagas Liga Super Eropa meminta kepada Pengadilan untuk melakukan tinjauan hukum atas tindakan UEFA yang melarang mereka memutar kompetisi sendiri. Namun permintaan tersebut ditolak.

Mengutip Marca, Pengadilan tetap pada tenggat waktu yang ditetapkan sebelumnya, yakni paling lambat Oktober 2021. Tapi bagi penggagas Liga Super Eropa itu terlalu lama.

Yang diinginkan sejatinya adalah tinjauan hukum, apakah tindakan UEFA yang melarang mereka memutar kompetisi serta mengancam akan menjatuhkan sanksi sudah sesuai aturan.

Jika hal itu benar bisa dibuktikan, harapannya Liga Super Eropa bisa dijalankan pada tahun ini. Tapi harapan mereka tak berakhir dengan baik.

Pengadilan masih tetap pada pendiriannya. Itu artinya, gagasan Liga Super Eropa pada tahun ini tidak bisa dieksekusi.

Adalah Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang terancam dapat sanksi dari UEFA. Karena dari 12 klub yang awalnya sepakat mau Liga Super Eropa dijalankan, tinggal mereka yang bertahan.

Tim lainnya memilih mundur. Mereka tak mau ambil risiko berhadapan dengan UEFA yang bisa saja memberi hukuman berat, sampai dicoret dari kompetisi lokal.

Bukan cuma itu yang jadi penyebabnya. Kemarahan suporter yang menganggap klub terlalu egois juga membuat mereka memilih untuk mundur.

Bagi sebagian kalangan, gagasan Liga Super Eropa yang mengumpulkan tim papan atas sebagai bentuk sikap egois. Apalagi ada iming-iming uang dengan jumlah banyak jika ikut serta di dalamnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel