Pulang dari Azerbaijan, Wali Kota Bogor Bakal Masuk ODP

Liputan6.com, Jakarta - Sejak diumumkan dua Indonesia positif terkena Virus Corona, pemerintah daerah menggencarkan pemantauan dan pengawasan terhadap warga Kota Bogor yang baru pulang dari negara terindikasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyatakan, warga yang memiliki riwayat dari luar negeri yang terpapar virus corona statusnya orang dalam pemantauan (ODP).

"Ini berlaku bagi semua warga yang baru pulang dari negara-negara yang terindikasi virus corona, semua dipantau oleh kita," kata Sri, Kamis (12/3/2020).

Tehadap ODP, disarankan untuk tidak keluar rumah sampai masa inkubasi virus selesai selama 14 hari. Apabila dalam masa inkubasi itu ada keluhan harus kembali ke rumah sakit untuk berobat.

"Selama masa inkubasi dia jangan dulu ke tempat-tempat yang kontak langsung," ujar dia.

Termasuk Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang kini tengah melakukan kunjungan kerja ke Azerbaijan pun nantinya masuk ODP. Bima Arya diketahui sejak 9 Maret berada di sana dan baru kembali ke Bogor pada 16 Maret 2020. Dan negara itu masuk dalam urutan ke-42 yang menginformasi terkena virus corona.

"Kalau negara itu masuk virus corona, ya ODP. Enggak apa-apa. Itu kan kewaspadaan, coba kalau tidak dipantau tiba-tiba ada di sekitar kita," kata Sri.

Sementara itu, di Kota Bogor sudah ada 20 orang dalam pemantauan. Namun saat ini, puluhan orang itu sudah selesai masa pemantauan dan dinyatakan sehat oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor.

"Yang kita pantau kebanyakan sehat. Dan sekarang mereka dinyatakan sehat, sudah clear," ujar Sri.

Ke-20 warga Kota Bogor itu memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yang terpapar virus corona. Bahkan, adanya sempat mengalami gejala mirip penyakit corona sehingga dirujuk ke rumah sakit RSPI Sulianti Saroso.

"Tapi hasilnya negatif, termasuk semua ODP yang dalam pengawasan," kata dia.

 

 

Wali Kota Siap ODP

Sementara itu, Bima Arya menyatakan siap masuk ODP setelah dirinya pulang ke Bogor. Selama kunjungannya Bima mengaku tentunya akan selalu menjaga kesehatan dan menghindari interaksi langsung dengan orang.

"Pasti (masuk ODP), semua tanpa terkecuali," kata Bima.

Bima menambahkan, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor untuk untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Dinkes dan Camat serta Lurah agar cek kembali ketersediaan hand sanitizer dan alat deteksi suhu tubuh di pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya, termasuk hotel dan restoran. Perbanyak dan permudah akses cuci tangan dengan sabun di tempat umum.

"Tunda semua kegiatan dengan skala masa yang banyak. Tinjau kembali semua rencana dan izin kegiatan baik Pemkot ataupun warga di seluruh Kota Bogor," kata dia.

Dishub diminta berkordinasi dengan Kepolisian untuk meniadakan Car Free Day di Bogor sampai kondisi lebih memungkinkan.

Dishub dan Dinkes juga untuk segera berkoordinasi dengan PT KAI memastikan ketersediaan hand sanitizer dan alat deteksi suhu tubuh di stasiun dan kereta. Kemudian memberikan imbauan kepada penumpang yang sedang flu agar menggunakan masker.

"Pastikan penyemprotan disinfektan setiap KRL memasuki Kota Bogor ketika kereta sudah kosong," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: