Pulau Merah, Mutiara Terpendam di Banyuwangi

TEMPO.CO , Jakarta:Pulau Merah kini menjadi alternatif baru untuk berselancar, selain Pantai Plengkung di Taman Nasional Alas Purwo yang lebih dulu populer. Menurut Jro Made Suparta Karang, President Indonesian Surfing Asociation, Pulau Merah punya daya tarik yang tak kalah dengan Plengkung maupun Bali.

Kelebihan itu, kata dia, antara lain pada ombaknya yang bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir dan profesional dengan ketingian rata-rata dua meter. Berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya bisa dinikmati oleh peselancar profesional.

Dari segi akses, pantai yang terletak 80 kilometer arah selatan kota Banyuwangi itu, lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dengan kondisi jalan yang mulus. Obyek wisata di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut juga dekat dengan permukiman warga. "Kalau Plengkung, selain aksesnya sulit juga tidak bisa melibatkan masyarakat," kata dia yang turut hadir di Kompetisi Surfing Internasional di Pulau Merah, Jumat 24 Mei 2013.

Bentangan alam Pulau Merah dengan  bukit setinggi 200 meter di laut dan pantainya yang putih bersih, kata Jro, mengingatkan dia pada sebuah pantai di Brasil. Oleh karena itu, Jro menyebut Pulau Merah sebagai 'mutiara' yang terpendam.

Dia mendorong Pemerintah Banyuwangi untuk lebih gencar mempromosikan Pulau Merah. Selain berselancar, jenis olahraga lain seperti volli pantai dan paralayang bisa dikembangkan untuk semakin menarik wisatawan.

Piping, peselancar yang juga Contest Director acara tersebut, mengatakan, Pulau Merah mirip dengan Pantai Kuta, Bali, namun ombaknya lebih 'serius'. Serius dalam hal ini, berarti ombak bergulung setinggi dua meter dan panjang 300 meter, sehingga memungkinkan peselancar melakukan manuver di dalamnya alias teknik tubes.

Selain itu, di dasar laut tidak terlalu banyak karang seperti di Plengkung, sehingga Pulau Merah lebih aman bagi peselancar. Dengan kondisi ombak yang tidak terlalu ganas itulah, Pulau Merah memang lebih cocok bagi pemula yang ingin belajar berselancar.

IKA NINGTYAS

Terhangat:

Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Terpopuler:

PKS: VW Caravelle Milik Luthfi, bukan DPP

Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas

Orangtua Darin Kenalkan Luthfi Hasan Sebagai Suami

KPK Sita Lagi Mobil Luthfi di PKS, Johan: Lancar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.