Pulau Sisilia, Wilayah Italia yang Pernah Dikuasai Muslim di Abad ke-9

Syahdan Nurdin, PojokSeni
·Bacaan 1 menit

VIVAPulau Sisilia yang terletak di Italia sebelah selatan menjadi salah satu daerah di Italia yang diperebutkan banyak pihak. Mulai dari Jermanik, kemudian direbut oleh Bizantium di tahun 535, lalu direbut lagi oleh Muslim di tahun 827, pindah ke tangan Norman Sisilia tahun 1038, sampai akhirnya menjadi kerajaan Sisilia tahun 1198.

Sisilia pada akhirnya bergabung dengan Italia pasca "Ekspedisi 1000" yang mempertemukan mafia di Sisilia dengan pemerintah Kerajaan Italia era itu.

Namun yang akan menjadi fokus kali ini adalah ketika Sisilia "diakuisisi" oleh pasukan Muslim dari Afrika Utara yakni Kekhalifahan Fatimiyah yang berpusat di Kairo, Mesir. Kekhalifahan ini adalah penentang dinasti Umayah, juga dinasti Abbassiah yang mereka anggap sebagai "perebut kekuasaan" dari tangan Ali bin Abu Thalib.

Mereka menyebut diri sebagai Kekhalifahan Fatimiyah, karena mengaku sebagai turunan langsung dari Fatimah binti Muhammad, putri dari Nabi Muhammad SAW. Saat kekhalifahan ini berada di puncak kejayaannya, mereka menguasai wilayah utara benua Afrika, sampai ke dataran Hijaz.

Ditambah lagi, mereka menguasai satu pulau yang sekarang menjadi milik Italia, yakni Sisilia. Saat Sisilia berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Fatimiyah, saat itu ibukota Sisilia adalah Palermo. Kekhalifahan Fatimiyah ini hanya berlangsung dua periode khalifah, antara lain Abdullah al-Mahdih Billah yang merupakan khalifah pertama.

Dilanjutkan dengan al-Adid yang merupakan khalifah kedua, sekaligus yang terakhir. Masa "aktif" kekhalifahan ini ialah dari tahun 909 hingga 1171. Fatimiyah berhasil menguasai Mesir dan menjadikan Kairo sebagai pusat negara. Namun, tepat di tanggal 17 September 1171, Saladin berhasil menggulingkan kekhalifahan ini dan merebut semua wilayah yang dimilikinya, kecuali Sisilia.