Pulih dari Cedera, Gregoria Siap Tempur di Malaysia Open 2021

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Usai absen di beberapa turnamen Eropa bulan Maret lalu karena cedera paha kanan, pemain tunggal putri andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kini sudah siap kembali bertanding.

Gregoria direncanakan turun dalam turnamen bukutangkis Malaysia Open 2021 yang akan bergulir pada 25-30 Mei di Kuala Lumpur. Ajang dengan level Super 750 ini masuk dalam penghitungan poin Olimpiade.

"Puji Tuhan sudah sehat, sudah baik, sudah pulih 100 persen," ujar Gregoria dikutip VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI, Minggu 25 April 2021.

"Sekarang saya sedang persiapan untuk ke Malaysia. Sudah lumayan baik, apalagi di tiga minggu terakhir ini oleh pelatih saya terus di-push untuk fisik, dan sekarang saya sudah merasa lebih bugar kondisinya," tambahnya.

Walau kondisi fisiknya terus digembleng, Gregoria mengatakan dirinya juga menitikberatkan latihan pada peningkatan fokus saat bertanding.

"Tapi waktu pertandingan kan bukan hanya fisik yang menentukan, banyak faktor seperti kesiapan mental dan lain-lain. Makanya saya juga coba meningkatkan fokus di lapangan yang selama ini menjadi salah satu kendala yang menganggu performa," ucap Gregoria.

"Fokus saya masih suka tiba-tiba hilang, terutama di poin-poin kritis. Dan peningkatan itu harus dimulai dari latihan, bagaimana lebih tenang dan tidak panik".

Di Malaysia Terbuka nanti, Gregoria bertekad untuk tampil maksimal demi memperbaiki peringkat jelang Olimpiade Tokyo 2021. Secara matematis Gregoria memang belum lolos tapi ia punya kesempatan sangat besar untuk memastikan satu tiket ke ajang olahraga terakbar sejagat raya tersebut.

"Saya melihat Malaysia Terbuka seperti turnamen biasa saja, tetapi ini juga sebagai ajang pemanasan menuju Olimpiade. Saya ingin tampil lebih baik dari dua turnamen sebelumnya di Thailand. Mudah-mudahan bisa lebih bagus karena poinnya juga besar kan jadi bisa memperbaiki peringkat," paparnya.

"Di Malaysia juga kan lawan-lawan di atas saya turun, jadi semoga bisa saling kejar-kejaran poin. Harapannya semoga bisa qualified dulu," tambahnya.

Gregoria juga mengungkapkan bahwa hasil pertandingan di beberapa turnamen sebelumnya yang kurang bagus, tidak menjadikannya sebuah trauma.

"Trauma sih tidak, tapi suka kepikiran. Di tahun 2019, sering sekali terjadi saya sudah unggul poin lalu dikejar dan akhirnya kalah. Bahkan kejadiannya bisa beruntun dua minggu dari lawan yang sama," ucap juara dunia junior tahun 2017 tersebut.

"Di tahun 2021 ini saya sudah coba reset pikiran itu, karena tahun 2020 kan hampir tidak ada turnamen karena pandemi tapi kemarin di Thailand ternyata kejadian lagi. Nah itu yang saya tidak mau terulang lagi di Malaysia nanti. Semoga apa yang saya dapat di latihan bisa berguna dan diterapkan dengan tepat," kata dia.