Pulihkan Mental Pelajar Terlibat Prostitusi, Polisi Gandeng Kak Seto

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok melibatkan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk membantu memulihkan kondisi psikologis empat pelajar yang terjebak dalam dunia prostitusi.

Keempat anak itu yakni F (15), D (17), AM (15), dan AR (15) diselamatkan saat tengah melayani pria hidung belang di sebuah hotel kawasan Sunter, Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Dari awal penanganan di hari pertama kami sudah menggandeng LPAI langsung di bawah kewenangan Kak Seto. Mereka sudah didampingi segala macam," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Paksi Eka Saputra saat dihubungi, Kamis (28/1/2021).

Paksi menjelaskan, pihaknya sudah berdiskusi dengan orangtua dari keempat anak yang terlibat prostitusi itu. Mereka pun menyetujui untuk menitipkan ke sebuah yayasan yang ditangani langsung oleh Seto Mulyadi itu.

"Pihak keluarga komitmennya menitipkan dulu ke yayasan Kak Seto. Jadi saya sempat bertanya ke pihak yayasan Kak Seto ada metode dan tahapan-tahapan untuk memulihkan psikis anak, contoh cek kesehatan mereka, dikembalikan mental dan psikis, baru diisi dengan moral-moral kerohanian. Alhamdulilah orangtua setuju ditempatkan ke yayasan Kak Seto," dia memaparkan.

Sebelumnya, ketika anggota polwan dari Polsek Tanjung Priok merangsek ke dalam kamar hotel, ada keempat anak-anak dan pelanggan yang terlibat prostitusi.

"Tim polwan kami masuk kita temukan mereka pada posisi lagi berdiri gitu. Kemudian si penyewa sedang duduk," ujar dia.

Pelanggan berusaha kabur

Ilustrasi Prostitusi. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas
Ilustrasi Prostitusi. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas

Paksi menyebut, si penyewa kemudian mencoba melarikan diri. Namun diadang anggota lain yang sudah siaga di depan pintu.

"Pertama kami selamatkan adik-adik yang kita sebut sebagai korban kemudian si penyewa ini kita amankan, karena dia mau nerobos Polwan. Saya dan tim stand by di depan pintu. Kita amankan juga dia," papar dia.

Paksi mengatakan, konsumen dan keempat anak-anak yang terlibat prostitusi itu belum sempat melakukan aktivitas seksual.

Paksi menjelaskan, muncikari R dan keempat pelajar saling mengenal lewat media sosial Facebook.

"Mereka kemudian bertemu dan saling berkomunikasi," kata Paksi.

Dia menyebut, R (20) mengeluarkan berbagai jurus untuk merayu anak-anak itu agar mau dieksploitasi. Mereka pun akhirnya tertarik. "Si muncikari mencoba-coba menawarkan mereka," ujar Paksi.

Dia mengaku perihatin atas kasus prostitusi yang melibatkan anak-anak. Apalagi, keempatnya diketahui berstatus sebagai pelajar.

"Tiga anak saat ini masih mengikuti belajar secara daring. Sementara satu lagi belajar secara tatap muka," ucap Paksi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: