Puluhan Desa di Gresik Terendam Banjir akibat Luapan Kali Lamong

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sedikitnya 28 desa di empat kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terendam air luapan Kali Lamong setinggi 30 sentimeter hingga satu meter pada Senin, 15 Maret 2021. Aparat gabungan terkait berupaya keras untuk menangani itu, termasuk penangan pada warga terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Yanuar Rachmadi mengatakan, di Kecamatan Balongpanggang, terdapat tujuh desa terdampak luapan Kali Lamong, yaitu Desa Balongpanggang, Kedungpring, Pucung, Banjaragung, Wotansari, Sekar Putih, dan Desa Klotok.

"Ketinggian air (di Kecamatan Balongpanggang) rata-rata 10-60 sentimeter," kata Yanuar dihubungi wartawan dihubungi melalui sambungan telepon genggam.

Di Kecamatan Benjeng, terdapat sembilan Desa terdampak luapan Kali Lamong setinggi antara 10-50 sentimeter, yaitu di Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, Sirnoboyo, Lundo, Klampok, dan Desa Karang Kidul. Namun, lanjut Yanuar, genangan di sebagian desa sudah surut.

Di Kecamatan Cerme, juga sembilan desa yang tergenang air akibat luapan Kali Lamong. Yaitu Desa Dadapkuning, Ngembung, Sukoanyar, Dungus, Betiting, Guranganyar, Morowudi, Iker-Iker, dan Desa Pandu. Di Cerme, banjir merendam 284 rumah dengan ketinggian air mencapai 10-50 sentimeter.

"Kalau di Kecamatan Menganti hanya ada satu Desa Pranti, genangan air mencapai 20-30 cm sepanjang 300 meter," ujar Yanuar.

Ia mengatakan, warga yang rumahnya tergenang air memilih tidak mengungsi. Di lokasi yang genangannya sudah surut, warga melakukan bersih-bersih lumpur di rumah mereka. "Tidak ada pengungsian," ujar Yanuar.