Puluhan Hektare Tanaman Mangrove Program PEN Rusak Diterjang Ombak

Raden Jihad Akbar, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), KLHK melaksanakan kegiatan padat karya penanaman mangrove seluas 60 hektare dengan melibatkan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan penanaman mangrove ini di laksanakan dalam rangka pemenuhan lapangan pekerjaan ditengah pandemi COVID-19. Di wilayah kecamatan Batu Ampar sendiri ada beberapa desa yang mendapatkan bantuan penanaman Mangrove, diantaranya di Desa Tanjung Mas, Tanjung Harapan, Padan Tikar 1 dan ada di desa lainya.

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Kecamatan Batu Ampar, Ismil saat di konfirmasi media ini mengatakan, luas lahan pesisir pantai yang ditanam mangrove ada sekitar 60 hektare, dan terletak di Desa Tanjung Harapan, Desa Medan Mas serta di Desa Padang Tikar 1.

Baca juga: UAS Ajak Patungan Beli Kapal Selam, Segini Harganya

"Sumber anggaran untuk penanaman mangrove ini dari APBN LHK, yang di transfer ke LPHD dengan besar dananya sekitar Rp1 Milyar lebih. Dan kegiatan ini dimulai bulan September hingga bulan Desember 2020,"ujar Ismail kepada VIVA pada Rabu, 28 April 2021.

"Tapi sayangnya penanaman mangrove ini keberhasilannya ada yang 35 persen dan ada yang hanya 10 persen, karena setelah selesai penanaman dihantam ombak sehingga rusak dan terseret air," tambahnya.

Ia mengatakan, kegiatan penanaman mangrove itu melibatkan warga setempat dengan harapan membuka lapangan pekerjaan dimana situasi sedang sulit karena Pandemi COVID-19. Sementara proses penanaman Propagul mangrove tersebut dengan menggunakan kayu ajir, dan kayu larikan serta penyemaian Propagul atau benih mangrove.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kapuas (BPDAS) Oki mengatakan, penanaman Propagul mangrove di Kecamatan Batu Ampar dilaksanakan oleh LPHD setempat dengan melibatkan warga. Program tersebut kata dia merupakan PEN dari Kementrian Lingkungan Hidup pada Tahun 2020.

Pada saat pelaksanaan, LPHD memberdayakan warga setempat, yang tujuannyaa untuk membuka lapangan pekerjaan ditengah pandemi COVID-19. Mereka itu sebagian besar adalah ibu rumah tangga, para nelayan, dan para petani.

"Dalam pelaksanaan penanaman Propagul ini menggunakan ajir dan kayu larikan. Dan kegiatan dilaksanakan sekitar bulan September hingga bulan Desember Tahun 2020,"ujar Oki.

Lanjut Oki, bahwa kegiatan penanaman Propagul mangrove tersebut kini sudah selesai, tapi memang dari penanaman Propagul tersebut kata dia ada yang tidak tumbuh lantaran dihantam ombak disaat cuaca ekstrem.

"Kegiatan sudah selesai dan sudah diserahkan kepada LPHD Batu Ampar,"tambahnya.

Sementara itu, satu dari warga Batu Ampar, yaitu Juanda menyayangkan pelaksanaan penanaman Propagul mangrove tersebut mengalami gagal tanam. Karena dari Propagul yang ditanam keberhasilan tumbuhnya sangat minim. Bahkan, bisa dibilang hampir gagal total.

"Sangat disayangkan Program Ekonomi Nasional ini hanya menghabiskan uang Negara, dan tidak ada manfaatnya. Saya berharap penegak hukum mengusut kegiatan penanaman propagul mangrove ini,"tuturnya.