Puluhan Motor Diamankan saat Konvoi Pemakaman Preman

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah acara pemakaman seorang preman mendadak jadi kacau, setelah polisi mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan.

Setidaknya ada 80 orang yang diamankan, beserta 40 kendaraan jenis sepeda motor. Mereka ditangkap, karena dituding telah melakukan pelanggaran.

Meski demikian, prosesi pemakaman tetap dijalankan. Lantas, apa pelanggaran yang dimaksud oleh petugas sehingga harus mengamankan puluhan orang itu?

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Cartoq, Selasa 18 Mei 2021, mereka ternyata ditangkap karena melakukan konvoi di jalan raya yang ada di Pune, India.

Sebenarnya hal itu tidak jadi masalah, apabila dilakukan saat negara tidak sedang mengalami masalah. Masyarakat di Negeri Hindustan saat ini sedang diserang gelombang kedua pandemi, di mana per harinya ada ratusan ribu orang yang tertular virus.

Acara konvoi itu digelar sebagai penghormatan terhadap seorang pria berusia 28 tahun, yang dikenal sebagai preman di wilayah tersebut.

Pria bernama Madhav Waghate yang sudah sering masuk penjara itu, dikabarkan cekcok dengan seseorang melalui pesan WhatsApp.

Mereka kemudian bertemu, dan kepala korban ditusuk menggunakan pisau kecil hingga tewas. Pelaku kemudian melarikan diri, dan sampai saat ini belum berhasil ditangkap.

Sementara itu, petugas yang mendapat laporan soal adanya konvoi ratusan motor berbagai merek dan tipe yang mengiringi mobil jenazah, langsung mengirim 15 tim untuk melakukan penangkapan.

Pune menjadi salah satu zona merah di India, terkait penyebaran virus COVID-19. Sebelum diberlakukan lockdown, jumlah kasus mencapai lebih dari satu juta orang.

Namun setelah pemerintah setempat membatasi pergerakan warga dan memberlakukan jam malam, angkanya turun menjadi kurang dari 700 ribu kasus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel