Puluhan pelaku usaha kopi Magelang ikuti kontes adu rasa

·Bacaan 2 menit

Puluhan pelaku usaha kopi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengikuti kontes "Adu Rasa Kopi Sedulur Gunung" di Nangkring Cafe, Sawangan.

Ketua Panitia "Adu Rasa Kopi Sedulur Gunung" Asnawi di Magelang, Rabu, mengatakan kegiatan itu merupakan ikhtiar bersama pelaku usaha kopi Kabupaten Magelang agar khasanah kopi di kabupaten tersebut lebih dikenal.

Selain itu, katanya, juga sebagai upaya mengangkat derajat kopi Magelang di kancah kopi nusantara.

"Kami berusaha supaya pelaku usaha kopi di Kabupaten Magelang bersinergi saling mendukung untuk kemajuan kopi Magelang," kata Asnawi yang juga pengelola Nagkring Cafe.

Ia menyampaikan melalui kegiatan itu puluhan produk kopi lokal Magelang, baik robusta maupun arabika mendapat perlakuan istimewa mulai dari tahapan roasting, brewing hingga cupping atau mencicipi rasa kopi.

"Semua proses itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung," katanya.

Asnawi menjelaskan pada proses roasting atau memasak biji kopi mentah agar karakter kopi muncul itu dilakukan secara teliti. Kemudian proses cupping, yakni observasi menguji karakteristik rasa dan aroma kopi sebelum kopi disajikan. Setelah itu kopi kemudian diseduh menggunakan teknik agitasi tanpa alat.

Ia menyebutkan tahap cupping diikuti 20 kontestan, terdiri atas 9 kopi robusta dan 11 kopi arabika.

"Harapannya dengan acara ngopi dan roasting gratis ini bisa tahu potensi kopi Magelang ada di mana saja," katanya.

Menurut dia, banyak anak muda Magelang kini menekuni usaha kopi. Berkat kerja keras mereka keberadaan kopi Kabupaten Magelang makin dikenal dan mendapat apresiasi di pasaran.

Potensi kopi arabika tersebar di lereng Gunung Sumbing, Merapi dan Gunung Merbabu. Namun demikian, kopi robusta juga tumbuh subur di sejumlah kecamatan di Kabupaten Magelang.

Pengunjung Nangkring cafe Arif Setiawan mengatakan acara cupping kopi gratis sedulur gunung ini memberi sensasi baru dalam mengenal kekayaan rasa kopi Magelang.

Menurut dia kopi Magelang beragam dan memiliki citarasa unik seperti asam, pahit, manis, dan fruity.

"Acara ini sangat mengapresiasi dan mengangkat pelaku kopi di Magelang sekaligus memperkenalkan ke masyarakat luas citarasa kopi Magelang," katanya.

Ia mengatakan kualitas kopi Magelang layak bersaing, karena tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga memiliki citarasa istimewa.

Baca juga: Menteri PPN: Ada peluang Magelang kembangkan kopi

Baca juga: Magelang lestarikan lereng gunung dengan komoditas kopi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel