Puluhan pengajar honorer Maluku Utara tuntut pembayaran upah

·Bacaan 1 menit

Puluhan pengajar tergabung dalam Persatuan Guru Honorer SMA-SMK di Maluku Utara (Malut) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran gaji honor mereka selama delapan bulan.

Koordinator Aksi, Persatuan Guru Honorer Malut Ridwan di Ternate, Senin, mengatakan, tunggakan gaji guru honorer dari tahun 2019-2021 sampai saat ini belum dibayar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut.

"Kami sampaikan jika selama 8 bulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak membayar tunggakan gaji guru honorer yang totalnya sebesar Rp18 miliar," kata Ridwan.

Berdasarkan poin tuntutan yang disampaikan guru honorer itu, pertama, mendesak Gubernur Maluku Utara mengusut dan menindak Dinas Pendidikan Malut yang melakukan tunggakan gaji guru honorer daerah selama 8 bulan.

Selain itu, massa meminta kepada Gubernur Malut untuk memberi kepastian sisa pembayaran tunggakan gaji guru honorer di tahun 2019-2021.

Baca juga: GTT Jember tuntut perbaikan nasib di Hari Guru Nasional

Baca juga: Ratusan guru dan perwakilan SMP swasta demo di Balai Kota Surabaya

Mereka juga meminta kepada Gubernur Malut mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, jika kembali melakukan tunggakan guru honorer.

Ridwan mengungkapkan, saat bertemu, Gubernur telah berjanji di bulan Januari 2022 gaji guru honorer akan dibayar, kalau tidak dibayar maka akan menggelarkan aksi lanjutan.

Di saat bertemu dengan Gubernur Abdul Gani Kasuba, ada beberapa guru honorer dari SMP menyampaikan tuntutan yang sama terkait dengan tunjangan gaji mereka yang belum dibayar.

Namun, Gubernur mengakui dirinya akan menginstruksikan kepada Bupati dan Wali Kota supaya secepatnya gaji guru honorer mereka juga terbayar.

Para guru honorer yang menggelar aksi itu berjalan kaki menuju kantor DPRD Malut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, hingga ke Kantor Gubernur Provinsi Malut.

Baca juga: Guru SMA Papua Barat tuntut pembayaran tunjangan sertifikasi

Baca juga: Puluhan guru Jayapura demo tuntut pembayaran uang lauk-pauk

Baca juga: Ribuan guru honorer Sukabumi mogok mengajar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel