Puluhan Relawan Dikerahkan ke Tulungagung Tangani PMK Ternak Milik Warga

Merdeka.com - Merdeka.com - Tidak kurang dari 20 relawan dikerahkan ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) untuk menangani penyakit mulut dan kuku (MPK) hewan ternak milik warga. Para relawan merupakan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Dinas (Kadis) PKH Kabupaten Tulungagung, Mulyanto menyatakan bahwa karena berbagai keterbatasan sumber daya manusia yang ada di dinas maupun pelaku usaha, maka dibutuhkan bantuan dari insan akademik untuk pelaksanaan vaksinasi PMK di wilayahnya.

"Target vaksinasi per hari adalah 100 dosis setiap tim, dan dilakukan door to door, sehingga dibutuhkan banyak tenaga relawan, termasuk dari Polbangtan Malang," kata Mulyanto, Minggu (3/7).

Sementara itu, Direktur Polbangtan Malang Setyabudi Udrayana berpesan agar para relawan dapat menjalankan tugas dengan baik, serta menjaga perilaku higienis, karena manusia berperan sebagai vektor untuk virus PMK.

"Kalian harus menaati standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh petugas dinas, dan itu berlaku untuk setiap individu", pesan Uud sapaan akrabnya.

Uud juga mengingatkan agar seluruh mahasiswa dapat menjaga kondisi, karena amanah ini harus dijalankan dengan baik dan mereka kembali ke kampus dengan tetap sehat.

PMK Jadi Perhatian Kementan

Persoalan PMK menjadi perhatian serius Kementan, terlebih saat ini momentum perayaan Idul Adha semakin dekat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin pelaksanaan kegiatan Idul Adha bakal berjalan aman dan lancar meski di tengah adanya wabah PMK.

Hal tersebut menurut Syahrul Yasin Limpo karena PMK bukan wabah berbahaya untuk manusia. Selain tidak bisa menular ke manusia, daging sapi saat ini juga masih aman untuk dikonsumsi.

"Jajaran Kementan bersama 16 daerah yang terkontaminasi PMK menyatakan siap menghadapi idul qurban dan meski ada PMK, pasokan sapi yang ada tidak bersoal," ujar Syahrul.

Oleh karenanya, Syahrul optimistis dapat menangani wabah PMK. Meski demikian Mentan mengatakan agar semua pihak turun langsung dan terlibat dalam penanganan virus PMK.

Menurutnya, wabah PMK bisa ditangani dengan beberapa strategi pendekatan yang bakal dilakukan. Pertama mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan. Selain itu menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan dan ketiga adalah strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapan jajarannya mendukung negara menghadapi PMK.

"Oleh karenanya kita harus bantu petugas, bantu peternak dengan segala kemampuan agar PMK bisa segera ditanggulangi, dan peternak kita kembali bersemangat untuk beternak, terutama sapi perah dan sapi potong, serta ternak berkuku genap lainnya," tegas Dedi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel