Puluhan Ribu Lansia di Kota Bogor Enggan Divaksin

·Bacaan 1 menit
Pasangan lansia berjalan menuju meja skrining sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 i Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta Kampus Hang Jebat, Jakarta Selatan, Selasa (23/3/2021). Program vaksinasi itu berlaku bagi lansia pemegang KTP dalam dan luar DKI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Bogor mengatakan vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) saat ini baru mencapai 30,97 persen. Salah satu kendalanya adalah banyaknya lansia yang belum peduli akan vaksinasi.

Berbagai alasan membuat orang-orang berusia di atas 60 tahun enggan untuk pergi ke pusat-pusat vaksinasi Covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia lebih sulit dibandingkan untuk pekerja publik. Dari 95.371 lansia yang ditargetkan, baru 29,539 orang atau 30,97 persen yang sudah vaksin tahap dua. Sementara vaksinasi lansia tahap pertama sebanyak 37,433 orang atau 39,25 persen.

"Banyak lansia yang enggan divaksin. Alasannya mungkin terlalu banyak denger berita yang kurang baik tentang efek vaksin," kata Bima Baru-baru ini.

Selain itu, penyakit yang mereka derita juga membuat para lansia ragu-ragu menerima vaksin. Ada pula yang hidup tanpa sanak saudara sehingga sulit berpergian.

"Karena itu, harus ada strategi. Lansia ini agar dijemput bola sekaligus diberikan pemahaman," ujarnya.

Jadi Prioritas

Menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan di Istana Bogor Kamis siang, program vaksinasi bagi lansia juga harus menjadi prioritas, guna melindungi golongan rentan tersebut dari potensi penularan virus corona.

"Saya juga sudah melaporkan pada Bapak Presiden jika vaksinasi lansia di Kota Bogor agak mentok dan sulit," pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: