Puluhan Ribu Siswa Ikuti Kompetisi Pekan Pendidikan Nasional di Platform Quipper

Liputan6.com, Jakarta - Pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 telah memasuki pekan kedua belas. Beberapa edtech startup berupaya membantu pemerintah, sekolah, dan universitas memaksimalkan kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Misalnyaedtech startup Quipper belum lama ini menggelar kompetisi pekan pendidikan nasional yang berhasil menjaring 1,098 sekolah dan 66,297 siswa.

Pada akhir kompetisi, peserta mengerucut menjadi 30 siswa SMP teraktif, 30 siswa SMA teraktif, 10 SMP teraktif, dan 10 SMA teraktif. Mereka terpilih sebagai pemenang kompetisi dan berhak membawa pulang hadiah dengan nilai total Rp 40 juta dan gadget.

Ruth Ayu Hapsari, Business Development Manager Quipper Indonesia, menyampaikan ucapan selamat kepada para guru dan siswa tersebut.

"Kami ucapkan selamat kepada para pemenang dan kami harap hadiah yang diberikan dapat bermanfaat bagi siswa dan sekolah sehingga dapat terus memacu semangat belajar serta kreativitas guru dan siswa selama masa pembelajaran jarak jauh," ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

Webinar perdana

Selain itu, sebagai upaya untuk meningkatkan interaksi antara guru dan siswa dalam rangka mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar selama masa pembelajaran jarak jauh, Quipper juga telah menyelenggarakan webinar perdana.

Saat itu 646 guru dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi. Sesi diskusi dipandu oleh Fiktor Piawai, sebagai salah satu Super Teacher Quipper, yang menjelaskan beberapa cara kreatif untuk membantu para guru memaksimalkan sistem pembelajaran jarak jauh.

Bentuk pembelajaran jarak jauh yang saat ini umum dilakukan oleh para guru bervariasi, mulai dari melalui aplikasi olah pesan WhatsApp, virtual meeting, pemberian tugas kelompok, hingga pemanfaatan Learning Management System (LMS).

Pengalaman guru

Salah satu perwakilan guru dari SMAN 53 Jakarta, Refina Hadinurjana, berbagi pengalamannya.

"Saya pernah membuat sebuah pembelajaran kepada siswa untuk membuat sebuah puisi yang berkaitan dengan Covid-19 untuk kemudian diunggah ke Spotify. Cara seperti ini menurut saya efektif karena siswa tidak membacakan di dalam kelas, tetapi mereka dapat membagikan karya mereka melalui podcast di Spotify agar semua orang dapat mendengarkan puisi anak siswa saya dan membuat mereka merasa bangga atas karyanya sendiri," ujar Refina.

Turut berbagi pengalamannya Idul Manafa Damai dari SMAN 1 Dampit. Dia menuturkan apresiasinya terhadap webinar perdana Quipper bersama para guru.

"Webinar yang diselenggarakan oleh Quipper sudah baik dan sangat membantu saya mendapatkan referensi baru. Mungkin ke depannya perlu diadakan pelatihan singkat untuk membuat atau menerapkan aplikasi yang baru dan menarik untuk diterapkan di sekolah," ujar Idul.