Puluhan Ribu Warga Padang Bakal Terima Bansos Selama PPKM Level 4

·Bacaan 2 menit

VIVAWali Kota Padang Hendri Septa menyebutkan, sebanyak 35 ribu warga kota Padang yang terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, akan menerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan program Keluarga Harapan (PKH) tahap 14 dan 15 dari Kementerian Sosial.

Berdasarkan data Kemensos kata Hendri Septa, sebanyak 18.560 Kepala Keluarga merupakan Penerima Manfaat (KPM) dari program BST di Kota Padang berupa uang tunai Rp600 ribu untuk bulan Mei dan Juni ditambah dengan beras masing-masing 10 kilogram. Sedangkan 17.352 KPM dari PKH, menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram yang disediakan Bulog Divre Sumbar.

"Semoga, meringankan beban warga kita yang terdampak Pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM Level empat,”kata Hendri Septa, Rabu 28 Juli 2021.

Baca juga: Menko Airlangga Tegaskan Vaksinasi Agar Rakyat Sehat Ekonomi Bangkit

Hendri Septa menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang berupaya menyediakan bantuan beras bagi warga Padang yang tidak kebagian BST atau pun PKH. Direncanakannya, paling lama dalam dua pekan ke depan, dapat direalisasikan bagi warga di luar KPM tersebut.

"Untuk upaya ini, kita juga akan merangkul bantuan dari unsur BUMN dan pihak lainnya. Kita patok sekitar 30 ribu Kepala Keluarga yang tidak semuanya ter-cover oleh Bansos," ujar Hendri.

Selain itu, Hendri Septa berharap aturan yang diterapkan selama PPKM level Empat berlangsung, dapat dipatuhi oleh seluruh warga. Karena aturan itu, bertujuan mengendalikan penularan Covid-19 dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di masa PPKM Level 4.

"Kita berharap betul seluruh masyarakat Kota Padang dapat bersabar dan berikhtiar selama penerapan PPKM ini. Insya Allah, jika kasus COVID-19 menurun, Padang akan lepas dari PPKM," katanya.

Terkait dengan adanya peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19, Hendri Septa menilai salah satunya dengan adanya peningkatan tracing yang dilakukan pihaknya. Di mana, setiap satu kasus positif COVID-19 yang didapati, akan dilakukan swab test kepada 5-10 orang yang kontak erat. Nah inilah yang memicu banyaknya warga kita yang positif COVID-19.

Tracing kita juga meningkat. Kalau ketersedian Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di Padang, saat ini masih di 78,91 persen. Sementara BOR intensif di rumah sakit sudah mencapai 83,33 persen dari 100 persen,”tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel