Puluhan Santri di Garut Diduga Keracunan Makanan

Bayu Nugraha, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 42 orang santri yang umumnya santri perempuan (santriwati) diduga mengalami keracunan makanan di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Anwar Kampung Cileungsir, Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut Jawa Barat.

Sebanyak 22 santriwati saat ini dilakukan perawatan di Puskesmas Bayongbong, Kabupaten Garut, sisanya menjalani perawatan jalan.

Kepala Puskesmas Bayongbong, Eulis Dahniar mengatakan bahwa keracunan tersebut diduga berasal dari makanan bubur yang dibuat oleh para santriwati. Para santriwati mengkonsumsi bubur tersebut, Minggu 8 November 2020 sekitar pukul 12.00 WIB siang.

"Ini diduga dari makanan (bubur) kami telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya, Minggu malam, 8 November 2020.

Berdasarkan keterangan para saksi Minggu siang, seluruh santri yang berjumlah lebih dari 200 santri mengkonsumsi makanan yang sama. Namun 42 orang santri yang mengalami gejala keracunan seperti mual (sakit perut), pusing dan muntah-muntah.

"Mudah-mudahan jumlahnya tak bertambah," ungkap Eulis.

Lanjut Eulis, para santriwati mulai berdatangan ke Puskesmas Bayongbong sekitar pukul 19.00 WIB. Sejak saat itu jumlahnya terus bertambah hingga pukul 20.15 WIB jumlahnya mencapai 22 orang dan 20 lainnya dilakukan perawatan di Pondok Pesantren.

"Semua yang datang sudah kami tangani dan kami juga mengingatkan agar para santri yang mengalami gejala keracunan untuk segera dibawa ke Puskesmas,” katanya.

Baca juga: Biden Menang di Pilpres AS, HNW Harap Berdampak Kemerdekaan Palestina