Puluhan sopir bus di Giwangan jalani pemeriksaan kesehatan

Puluhan sopir dan kru bus di Terminal Giwangan Yogyakarta menjalani pemeriksaan kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan di masa Angkutan Lebaran 2022.

"Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan dua kali. Masing-masing di masa arus mudik dan nanti akan dilakukan di masa arus balik," kata Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Nurworo di Terminal Giwangan Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kondisi kesehatan dan fisik yang prima menjadi syarat utama agar pengemudi dan kru bus bisa menjalankan tugasnya dengan baik yaitu mengantar penumpang sampai ke tujuan dengan selamat.

Baca juga: Pastikan mudik aman, Terminal Kampung Rambutan uji kesehatan sopir bus

Baca juga: 728 sopir bus AKAP Terminal Pulo Gebang lulus tes kesehatan

"Apalagi, pekerjaan sopir sangat melelahkan dan membutuhkan fokus yang tinggi. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, kami berharap seluruh sopir dalam kondisi fisik yang fit saat menjalankan tugasnya," katanya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan tes urine untuk mengetahui penggunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lain.

"Temuan paling banyak biasanya hipertensi dan belum pernah menemukan pengemudi yang mengonsumsi narkoba sebagai pengguna," katanya yang menargetkan memeriksa 50 sopir dan kru bus.

Dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, juga disiapkan sejumlah obat untuk meringankan keluhan kesehatan seperti obat untuk hipertensi dan penurun kadar gula darah.

Sementara itu, salah satu pengemudi bus antar kota antar provinsi Toto Mustopo (53) mengatakan pemeriksaan kesehatan sangat membantu sopir untuk memastikan kondisi kesehatan saat bekerja.

"Saya pun selalu berupaya menjaga kondisi kesehatan dengan tidak mengonsumsi minuman suplemen. Khawatir kalau berpengaruh buruk ke ginjal," katanya yang sudah 30 tahun menjadi pengemudi bus.

Toto pun mengatakan, sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan serupa di Ciamis.

"Karena kalau tidak menjalani pemeriksaan kesehatan tidak diperbolehkan berangkat," kata Toto yang menjadi pengemudi PO Budiman trayek Solo-Tasikmalaya.

Setiap hari, ia bekerja selama sekitar 12 jam dan memastikan tetap menjalankan ibadah puasa selama bekerja.

Hal senada disampaikan pengemudi bus trayek Giwangan-Parangtritis, Murtijo. "Hasilnya semua normal. Gula darah juga normal. Jadi saya dalam kondisi sehat," katanya.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan tersebut sangat penting karena pengemudi membutuhkan kondisi fisik yang baik saat bekerja.

"Dengan kondisi yang sehat, kami bisa bekerja dengan baik dan keselamatan penumpang terjaga," katanya.

Baca juga: Dinkes Depok periksa kesehatan sopir bus mudik

Baca juga: Sebanyak 246 sopir bus DKI tidak layak mengemudi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel