Puluhan Tahun Beroperasi, Pabrik Pupuk Ini Targetkan Kuasai 10% Pasar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pabrikan Pupuk Nasional PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) membidik pangsa pasar sebesar 10 persen pupuk NPK nonsubsidi hingga 2024. Kini, Saraswanti menguasai pangsa pasar 6 persen dari sejak berdiri 23 tahun silam

"Tahun 2021 ini, ketika kami berusia 23 tahun, market share Saraswanti di pasar pupuk NPK dalam negeri sekitar 6 persen dengan kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun," ujar Yahya Taufik, direktur utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk dikutp dari keterangannya.

Yahya optimistis, target tersebut dapat terwujud. Apalagi Saraswanti memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional. Bahkan, sejak 1998 hingga kini, jumlah tenaga kerja yang diserap terus meningkat.

"Sejak lahir pada 1998, kami terus berkembang dan patut disyukuri bisa menyerap 1.200 tenaga kerja," jelasnya.

Baca juga: Kemnaker Pelototi PLN karena Belum Bayar THR Kayawan Outsorsing

Dia menjabarkan, untuk mencapai terget tersebut sejumlah strategi dilakukan. Strategi tersebut semakin dimatangkan merespons era baru pandemi COVID-19 saat ini.

Salah satunya, dengan fokus menggarap pasar existing. Selain itu, tetap melakukan pengembangan pasar dengan senantiasa bersikap selektif.

"Strategi itu ketika diterapkan di tengah pandemi COVID-19 pada 2020, turut membuat kami bertahan di tengah masa sulit, bahkan tetap bertumbuh," tutur Yahya.

Dia menjelaskan, Saraswanti akan lebih selektif dan sungguh-sungguh dalam menilai calon pelanggan pasar. Kondisi, kesehatan finansial calon pelanggan dipelajari secara seksama guna memastikan kemampuan keuangan calon konsumen.

Terkait kapasitas produksi, Saraswanti tahun lalu menambah kapasitas produksi di dua pabrik yang dimilikinya. Yakni, yang berada di Sampit, Kalimantan dan Medan, Sumatera Utara.

"Tahun ini, kami menambah satu line produksi di pabrik Jawa Timur sehingga pada kuartal I-2022 kapasitas produksi kami sebesar 700 ribu ton per tahun. Saraswanti dalam membuat rencana tidak sebatas perencanaan, tapi selalu mewujudkannya di lapangan," tutur Yahya.

Sementara itu, emiten berkode saham SAMF ini pada 2021 membagikan dividen tunai tahun buku 2020 sebesar Rp89,27 miliar atau setara dengan Rp17,42 per saham pada tahun ini.

Dividen kepada pemegang saham itu meningkat, mengingat setahun sebelumnya dividen yang dibagikan Rp52,79 miliar atau setara dengan Rp10,30 per saham. Dividen tunai yang dibagikan tahun ini dibayarkan selambat-lambatnya pada 25 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel