Puluhan tuna rungu di Jakut gelar peragaan kain batik ecoprint

Sebanyak sepuluh penyandang tuna rungu peserta didik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta beserta guru pendamping menampilkan peragaan busana kain batik cetak daun (ecoprint) buatan sendiri di Koja, Jakarta Utara, Kamis.

Fitri Aprilliyani, Nanditia Adellia, Zahwa Ufara Qudsi, Syahla Azhari Syifah, Joiya Indah Karina, Nabila Amelya Putri, Siti Maryam, Ilham Wahyu, Salman Alfarisi, dan Farhan Sufiansyah maju berurutan ke atas panggung dengan luwes bergerak menampilkan kain batik beragam warna bermotif daun yang diproduksi sendiri.

"Ada 30 potong kain batik dibuat 10 anak yang ditampilkan di sini. Ini membuktikan keterbatasan yang mereka miliki tidak akan pernah menghalangi mereka menghasilkan karya kreatif dan bernilai jual tinggi jika mendapat bimbingan yang benar," kata Kepala SLBN 4 Jakarta Sukimin di Jakarta utara, Kamis.

Manajer Produksi Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya (kanan) dan Kepala SLBN 4 Jakarta Sukimin (kiri) mengenakan baju batik buatan tangan anak-anak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta di Koja, Jakarta Utara, Kamis (22/9/2022). ANTARA/Abdu Faisal
Manajer Produksi Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya (kanan) dan Kepala SLBN 4 Jakarta Sukimin (kiri) mengenakan baju batik buatan tangan anak-anak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta di Koja, Jakarta Utara, Kamis (22/9/2022). ANTARA/Abdu Faisal

Sebelumnya, peserta didik berkebutuhan khusus setingkat SMA dan lima guru pendamping SLBN 4 Jakarta mengikuti pelatihan keterampilan membuat batik cetak daun (ecoprint) dengan bimbingan instruktur terlatih Tati Leliana Purba selama dua hari dari 16 - 17 September 2022.

Dalam pelatihan itu, Ecoprint dipilih sebagai keterampilan yang diajarkan karena ragam produk yang dihasilkan variatif dan berbasis bahan natural yang ramah lingkungan.

Dalam membuat batik-batik tersebut, sepuluh peserta didik tuna rungu dan lima guru pendamping dari SLBN 4 Jakarta mendapat dukungan fasilitas dari anak perusahaan Subholding Commercial dan Trading Badan Usaha Milik Negara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Lubricants (PTPL) berkolaborasi dengan PT Pertamina Retail (PTPR), melalui program Pertamina Sahabat Difabel.

Pertamina mendukung peningkatan keterampilan siswa-siswi SLBN 4 Jakarta itu di sekolah mereka yang berdekatan dengan salah satu pabrik pelumas PTPL Production Unit Jakarta (PUJ) di Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pertamina dalam pengembangan keterampilan siswa-siswi kami. Lima tahun anak-anak kami yang sepuluh ini akan didampingi," kata Sukimin.

Seorang pengajar di SLB Negeri 6 Jakarta sekaligus penerima penghargaan Ibu Ibu Kota Awards Tahun 2019 bidang Pengembangan Kerajinan, Tati Leliana Purba turun langsung dalam membimbing anak-anak penyandang disabilitas di SLBN 4 Jakarta itu.

Tati menyampaikan bahwa kesabaran adalah kunci dalam membimbing peserta didik SLBN 4 Jakarta yang memiliki keterbatasan dalam mendengar.

"Kesulitannya tidak ada, hanya butuh kesabaran untuk mengajarkan mereka agar mau belajar. Mereka tidak dipaksa," kata Tati.

Selanjutnya, ia berharap orang-orang akan menghargai produk buatan anak-anak didiknya bukan karena kasihan, tapi karena karya tersebut memang berkualitas.

Pernyataan Tati disetujui Manajer Produksi Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya saat tampil hari itu mengenakan baju batik buatan tangan anak-anak SLBN 4 Jakarta.

"Katunnya yang halus ya, kemudian ada yang lebih tinggi lagi, pakai kain sutera. Makanya dipakai juga nyaman, adem. Warna-warnanya pun elegan," kata Dody.

Peserta didik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta berlatih membatik di Koja, Jakarta Utara, Jumat (17/9/2022). ANTARA/Abdu Faisal
Peserta didik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Jakarta berlatih membatik di Koja, Jakarta Utara, Jumat (17/9/2022). ANTARA/Abdu Faisal


Dody mengatakan produk batik ramah lingkungan yang selaras dengan komitmen Environment, Social, Governance (ESG) melalui Program Pertamina Sahabat Difabel yang dijalankan oleh Pertamina itu dapat mendukung terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

"Dukungan ini khususnya bisa menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua," kata Dody.
Baca juga: Secercah harapan di Pesantren Tahfidz Difabel Pertama di Jakarta
Baca juga: Bisa karena terbiasa ala Difabis kafe
Baca juga: Camat Pademangan tuntaskan rehab rumah PPSU difabel di Kelurahan Ancol