Puluhan Warga Berkerumun Lalu Mual Muntah, Tapi Bukan Covid-19

Liputan6.com, Grobogan - Pesta selamatan kelahiran anak yang digelar di tengah pendemi Covid-19, Selasa (9/6) menghebohkan warga Kabupaten Grobogan. Bukan karena disuguhi hiburan atau dibubarkan polisi karena dinilai melanggar protokol kesehatan. Namun, menu makanan yang disuguhkan mengakibatkan 20 warga harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit, Kamis (12/6).

Ya, puluhan warga itu keracunan massal. Para korban ini langsung dibawa dengan ambulans PMI. Mereka adalah warga RT 06/ RW 02 Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan.

"Yang kami rujuk dan diangkut ke rumah sakit Rabu malam ada 20 orang. Sebelumnya sudah ada juga yang dibawa ke rumah sakit," kata Ahmad Tim pemantauan Posko PMI, Kabupaten Grobogan.

Keracunan berawal undangan selamatan kelahiran anak yang mengundang 40 orang, pada Selasa malam. Tuan rumah memberikan menu makanan yang disantap dan juga ada yang dibawa pulang sebagai nasi berkat.

Celaka, Rabu pagi sejumlah warga merasakan mual dan muntah. 

"Rabu pagi sudah ada yang dilarikan secara mandiri. Baru malam kita dapat laporan kemudian kita bawa ke rumah sakit," tambahnya.

Kapolsek Grobogan AKP Eko Bambang menyebutkan bahwa pada hari Selasa (9/6/2020) jam 15.00 WIB, salah satu warga mengadakan kenduri selamatan kelahiran bayi. Acara berlangsung lancar dan tak dibubarkan meski terjadi kerumunan. 

"Jadi, dari Rabu sudah ada beberapa orang yang dirawat di rumah sakit. Kondisinya mual, muntah, lemas dan diare,” kata AKP Eko Bambang.

Diduga belasan orang tersebut keracunan dari salah satu menu makanan untuk syukuran. Yakni, dari daun singkong yang dipakai untuk pembuatan menu gudangan atau urap.

"Dugaan sementara, mereka ini keracunan makanan yang digunakan untuk syukuran tersebut. Untuk pastinya, kita akan menyelidiki lebih dalam," katanya. 

Simak juga video pilihan berikut ini: