Puluhan Warga Simalungun Keracunan Usai Pesta Daging Anjing, Rabies?

Liputan6.com, Simalungun - Puluhan warga di Desa Panombean Hutahurung, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami keracunan makanan dan harus dilarikan di rumah sakit terdekat. Keracunan yang dialami warga itu diduga usai mereka menyantap daging anjing bersama-sama.

Kapolsek Balata, AKP Jagani Sijabat mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 19 Februari 2020. Pada saat itu, seorang warga di Desa Panombean Hutahurung sedang menggelar hajatan dengan ‎menyediakan daging anjing sebagai menu utama untuk dimakan bersama.

"Memang betul (keracunan), sekitar 27 orang. Sudah merupakan kebiasaan di situ. Meraka beli anjing bersama, biayanya patungan, mengerjakanya bersama, dan sama-sama memasaknya," kata Jagani, Minggu (23/2/2020).

Jagani menjelaskan, hingga saat ini sebagian warga yang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah mulai membaik. Pihaknya pun masih terus menyelidiki penyebab puluhan warga itu bisa keracunan, apakah benar akibat mengonsumsi daging anjing atau ada penyebab lainnya.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab utama yang menyebabkan warga keracunan," jelas Jagani.

Sementara itu, Camat Jorlang Hataran, Maryaman Samosir menuturkan, total warga yang keracunan makanan diduga usai mengonsumsi daging anjing mencapai 32 orang. Sebanyak 22 orang dewasa dan 10 anak-anak.

"Mereka kemarin memang memakan daging anjing. Penyebab keracunan, itu diduga usai makan itu (daging anjing)," ujarnya.

Keterangan Dokter

Dampak Buruk Mengonsumsi Daging Anjing (Salajean/Shutterstock)

Koordinator Pemeriksa Umum Puskesmas Tiga Balata, Retawati mengungkapkan, pihaknya menerima 22 pasien. Seorang di antaranya sudah pulih dan diperbolehkan pulang. Sedangkan yang lainnya masih butuh penanganan medis.

"Ada 10 orang lagi masih di klinik Nainggolan dan klinik Maranatha. Mereka mengaku baru mengonsumsi daging anjing," ucapnya.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Simalungun, Lidya Saragih mengaku, belum dapat memastikan penyebab puluhan warga yang keracunan akibat mengonsumsi daging anjing. Dipastikannya, kondisi puluhan warga mulai membaik.

"Penyebab pasti keracunan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Akan diambil sampel daging anjing untuk diperiksa. Daging sisa masih ada. Itu kita ambil, periksa di laboratorium RSUD Rondahaim. Supaya tahu penyebab pastinya," ungkap Lidya.

Lidya juga memastikan, keracunan yang dialami puluhan warga tersebut tidak ada hubungannya dengan penyakit rabies pada anjing. Dugaan sementara ada beberapa faktor, bisa jadi dagingnya kurang matang atau ada bakteri.

"Memasak atau memanggang daging mentah itu tidak bagus," tegasnya.

Lidya mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengonsumsi daging anjing, sebaiknya diperiksa dulu kesehatannya serta diolah dengan baik. Mulai dari mencuci, pengolahan, hingga penyajian harus benar-benar diperhatikan.

"Saat ini masyarakat yang dirawat mayoritas mengalami mual dan muntah. Sudah ditangani dengan sebaik-baiknya. Jika ada pasien dengan kondisi semakin parah, akan dirujuk ke RSUD Rondahaim Pamatang Raya," tandasnya.

Simak video pilihan berikut ini: