Puluhan Warga Solo Raya Kecewa Vaksinasi Mandiri Kimia Farma Ditunda

·Bacaan 3 menit

VIVA – Puluhan warga yang ingin mengikuti vaksinasi gotong royong individu di Klinik Kimia Farma Sukoharjo kecewa. Pasalnya, pelaksanaan vaksinasi berbayar yang telah dugembar-gemborkan bakal digelar mulai hari ini ternyata dibatalkan.

Pantauan VIVA, puluhan warga yang ingin mengikuti vaksinasi gotong royong untuk individu itu telah berdatangan ke Klinik Kimia Farma yang terletak di sekitar Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo itu sejak pukul 08.00 WIB.

Seperti diketahui klinik tersebut merupakan satu dari delapan jaringan Klinik Kimia Farma yang ditunjuk untuk melayani vaksinasi untuk individu.

Klinik Kimia Farma juga menyediakan satu meja pelayanan informasi terkait vaksinasi gotong royong untuk individu. Warga yang berasal dari berbagai daerah di kawasan Solo Raya itu pun ramai-ramai meminta kepastian kepada petugas mengenai kepastian jadwal pelaksanan vaksinasi mandiri di klinik tersebut.

Mereka rela jauh-jauh mendatangi klinik tersebut karena untuk segera divaksin dan mendapatkan sertifikat telah mengikuti vaksinasi COVID-19. Pasalnya, sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi jika bepergian ke luar kota selama pandemi COVID-19.

Salah satu warga asal Klaten, Erna mengaku kedatangannya jauh-jauh dari Klaten menuju Klinik Kimia Farma Sukoharjo untuk mengantar putrinya mencari vaksinasi gotong royong untuk individu.

Menurutnya, sejak kemarin beredar informasi di media sosial jika klinik tersebut menjadi salah satu jaringan Kimia Farma yang melayani vaksinasi berbayar. Hanya saja rencana untuk mendapatkan vaksinasi pada hari ini gagal lantaran pihak Kimia Farma menunda jadwal vaksinasi.

"Ya kecewa tapi tidak kecewa banget karena kemarin info soal vaksin di sini itu dishare di sosial media. Jadi kami dari Klaten langsung ke sini karena yang paling dekat kan Kimia Farma Sukoharjo yang dipilih untuk melakukan vaksinasi mandiri," kata dia saat ditemui di Klinik Kimia Farma Sukoharjo, Senin, 12 Juli 2021.

Lebih lanjut, Erna mengungkapkan vaksinasi individu merupakan salah satu cara yang ingin ditempuhnya dengan harapan agar putrinya segera mendapatkan sertifikat telah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Sertifikat bukti pernah divaksinasi itu akan digunakan sebagai salah satu syarat yang diminta oleh perusahaan tempat putrinya bekerja.

"Ini mau cari mandiri karena persyaratan untuk naik kapal pesiar kan sertifikat vaksin itu haru makanya cari yang berbayar. Kan kalau yang ramai-ramai gratis itu kan belum tahu jadwal suntikan kedua vaksinya belum tahu kalau ini kan bisa tahu karena Agustus nanti segera berlayar," ujar dia.

Sedang warga lainnya yang bernama Ika mengaku sangat kecewa dengan adanya penundaan jadwal vaksinasi gotong royong untuk individu. Padahal ia sudah berusaha untuk melakukan registrasi baik melalui layanan call center, aplikasi Kimia Farma mobile maupun melalui website tetapi itu semua tidak membuahkan hasil.

Oleh sebab itu dirinya pun langsung mendatangi Klinik Kimia Farma Sukoharjo dan ternyata jadwalnya malah ditunda tidak pada hari ini.

"Ini tadi saya coba perjelas dengan mencari informasi ke mbaknya (petugas Klinik Kimia Farma Sukoharjo). Tapi hasilnya ya seperti ini yang baru bisa dilayani yang vaksinasi gotong royong untuk perusahaan sedangkan untuk yang invidu belum bisa padahal kan sama-sama vaksinasi gotong royong," keluhnya.

Sementara itu perwakilan dari Klinik Kimia Farma Sukoharjo, Cahaya menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas adanya penundaan jadwal vaksinasi gotong royong untuk individu. Ia pun belum bisa memastikan mengenai kepastian jadwal pelaksanaan vaksinasi gotong royong untuk individu yang bakal digelar oleh Klinik Kimia Farma Sukoharjo.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan informasi yang tiba-tiba mendadak berubah. Dan belum dapat dipastikan kapan karena ada koordinasi ulang antara pusat dan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Sedangkan kegiatan vaksinasi gotong royong untuk perusahaan, ia memastikan telah mulai digelar pada hari ini. "Yang harus kami layani untuk hari ini dan hari-hari berikutnya itu yang sudah pasti adalah perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel