Puluhan Warga Tasikmalaya Jadi Korban Penipuan Modus Investasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Puluhan warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diduga menjadi korban penipuan investasi. Selain itu mereka juga ada yang harus membayar cicilan utang ke market place dan aplikasi peminjaman uang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah warga yang menjadi korban penipuan mencapai 50 orang. Mereka pun diketahui sudah melaporkan kepada kepolisian resor Tasikmalaya dan Polsek Karangnunggal sejak Selasa (8/11) hingga Kamis (10/11).

Terkait laporan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Ari Rinaldo membenarkannya. Dia menyebut masih meminta para korban untuk melengkapi bukti kasus yang dilaporkan.

"Sejak hari Selasa ada yang datang ke kami 30 sampai 50 orang mengadukan karena menjadi korban investasi. Kami masih dalami itu. Memang ada yang setoran Rp10 juta Rp20 juta," sebut Ari, Kamis (10/11).

Sementara itu salah seorang korban, Asep mengaku kena tipu hingga Rp8 juta. Dia menjelaskan bahwa modus yang dilakukan pelaku adalah menghimpun dana dari para korban dengan memanfaatkan aplikasi online dan dijanjikan keuntungan.

"Penyelenggara (penipu) membagikan link pembelanjaan online melalui aplikasi Shopee dan Bukalapak dengan gunakan metode pembayaran Shopee Pay Later, Shopee Pinjam, dan Akulaku," jelasnya.

Kemudian, diungkapkan Asep, identitas para korban kemudian digunakan untuk meminjam uang secara daring di beberapa layanan online shop. Uang yang dipinjam tersebut kemudian diambil pelaku, tidak diberikan kepada para korban.

Karena aksi tersebut, kini para korban memiliki utang cicilan ke market place aplikasi peminjaman uang. "Saya ada delapan jutaan jadi punya utang ke Shopee dan Akulaku," ucapnya.

Selain itu juga, pelaku penipuan melakukan penggalangan investasi tas bermerek secara tunai saat limit pinjaman di aplikasi sudah habis. Korban pun ada yang menyetorkan uang puluhan hingga ratusan juta.

"Keuntungan yang dijanjikan dari penjualan tas Rp200 ribu sampai Rp80 ribu per satu tas. Tapi ternyata kena tipu juga," pungkasnya. [cob]