Puluhan Wisatawan Berhasil Dievakuasi dari Kapal yang Terbakar di Labuan Bajo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Para petugas berhasil menyelamatkan 20 wisatawan dari kapal pinisi yang terbakar pada Jumat (10/9/2021) petang di perairan laut Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tidak ada korban jiwa. Semua wisatawan yang berada dalam kapal tersebut sudah dievakuasi seluruhnya ke Pelabuhan Pelni Labuan Bajo," kata Akas, seorang wisatawan di Labuan Bajo, Jumat malam.

Proses evakuasi wisatawan yang berlangsung di tengah guyuran hujan deras itu dilakukan dalam dua kali dengan menggunakan sekoci.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo Hasan Sadili mengatakan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, kapal pinisi yang terbakar bernama Lexi. Kini semua wisatawan telah dievakuasi ke Pelabuhan Pelni Labuan Bajo untuk diatur kepulangan oleh agen perjalanan masing-masing.

Dikutip dari Antara, Hasan mengatakan, kapal wisata berkapasitas GT 83 ini berangkat dari Labuan Bajo pada pukul 10.00 Wita dengan rencana pelayaran Labuan-Kelor-Manjarite-Kalong-Padar-Komodo-Manta Point-kanawa-Labuan Bajo.

Dia menjelaskan, kapten kapal melihat api pada generator set (genset) yang berada di atas anjungan kapal pada pukul 15.00 Wita.

Melihat kondisi tersebut, kapten kapal dan kru langsung mengevakuasi penumpang sebanyak 20 orang menggunakan sekoci menuju Kapal Anjani, sedangkan sebagian kru kapal lain berusaha memadamkan api di atas anjungan kapal.

Tim SAR gabungan berangkat menuju lokasi pada pukul 16.00 Wita. Tim SAR gabungan pun mengecek dan memastikan tidak ada api yang menjalar di kapal.

Membawa 20 Penumpang

Pada pukul 17.30 Wita, tim SAR gabungan kembali ke Labuan Bajo. Sementara KM Lexxy bertolak dari Pulau Manjarite ke Labuan Bajo pada pukul 17.10 Wita. KM Lexxy tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 18.00 Wita.

Dia menyebut, kapal tersebut membawa seorang kapten, delapan orang anak buah kapal, dan 20 orang penumpang. Sementara tim SAR gabungan terdiri dari Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), TNI AL, SAR Labuan Bajo, dan Polres Manggarai Barat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel