Puluhan Wisatawan Mau ke Puncak Reaktif saat Di-rapid Test COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas COVID-19 menggelar rapid test untuk deteksi dini penularan COVID-19 kepada 918 wisatawan yang akan berwisata di Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Oktober 2020. Hasilnya, sebanyak 50 orang di antara mereka reaktif sehingga harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR melalui swab.

“Saya rasa ini dari luar Kabupaten Bogor. Baiknya nanti by name by address kami akan hubungi lalu nanti apabila hasilnya ternyata positif, maka kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan di masing-masing mereka tinggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina.

Jika wisatawan berasal dari wilayah Kabupaten Bogor maka akan langsung di-tracing oleh Puskesmas. Satgas sudah menyiapkan 1.000 alat rapid tes dengan 45 tenaga medis dari 10 Puskesmas. Mereka dibantu TNI, Kepolisian, Satpol PP, dan BPBD.

Melihat membludaknya wisatawan di wilayah Puncak, rapid test akan diperpanjang hingga Minggu namun hanya di satu titik, yakni di Gadog. Aparat memutuskan memperpanjang masa kegiatan rapid test karena melihat makin banyak pengunjung dari luar yang akan berlibur di Puncak.

Wisatawan yang menjalani rapid test dan swab test merupakan hasil dari Operasi Yustisi. Menurut Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Bogor AKP Achmad Budi Santoso, para wisatawan yang terjaring dalam operasi itu langsung dibawa ke lokasi rapid test. “Karena area parkir terbatas, disesuaikan dengan kapasitas kendaraan parkir," katanya.

Baca: Tingkat Kesembuhan COVID-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia