Puncak Gempa Sudah Dilewati, Ribuan Pengungsi di Majene Diminta Kembali ke Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Bupati Majene Arismunandar mengimbau warga yang masih mengungsi pascagempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang daerah itu dan sekitarnya agar pulang ke rumah masing-masing. Mereka sudah empat hari berada di pengungsian dan puncak gempa diperkirakan sudah dilewati.

"Dengan melihat analisis BMKG dan instruksi dari BNPB bahwa gempa magnitudo 5,8 yang terjadi pada Rabu (8/6), merupakan puncak gempa dan setelahnya hanya ada gempa-gempa kecil," kata Arismunandar di Majene, Sabtu (11/6).

Dia juga menginstruksikan agar kantor kecamatan dan BPBD segera melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Majene Ilhamsyah menyampaikan telah mendapatkan dana siap pakai dari BNPB sebesar Rp250 juta.

BPBD Majene telah mengeluarkan SK tanggap darurat sebagai dasar dari Provinsi Sulbar dalam menyalurkan bantuan. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan logistik dari BNPB berupa beras, air mineral, mi instan sebanyak dua truk segera disalurkan ke para pengungsi.

Pengungsi Capai 7.500 Orang

Pascagempa magnitudo 5,8, terdapat lebih 7.000 warga di Kabupaten Majene yang mengungsi setelah gempa susulan pada Rabu (8/6) malam. "Hal tersebut merupakan hasil laporan yang dirangkum dari setiap kepala desa mulai dari Maliaya hingga di Kecamatan Tammero’do," ujar Ilhamsyah.

Meski demikian, BPBD Majene tambahnya, tetap mendata secara akurat jumlah pengungsi hingga saat ini.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, jumlah pengungsi pascagempa bumi bermagnitudo 5,8 di Kabupaten Majene, yakni 7.500 orang. Sebanyak 500 orang mengungsi di SMK Bukit Tinggi Kelurahan Lamongan Batu dan sebanyak 7.000 orang mengungsi di beberapa titik di antaranya Kelurahan Malunda, Desa Maliaya, Mekkatta, Lombong dan Kecamatan Tubo. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel