Puncak Kampanye #AmanUntukSemua, AXA Fokus Pemberdayaan Korban Kekerasan Ranah Privat

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi yang terjadi selama lebih dari 8 bulan terakhir ini memberikan banyak dampak dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Dampak yang paling terlihat dan terasa memang dari segi ekonomi, di mana kondisi pembatasan sosial membuat sebagian masyarakat kehilangan pendapatannya. Tapi, masih ada dampak sosial lain yang terjadi secara nyata sayangnya nggak terlihat, yaitu kasus kekerasan di ranah privat yang mengancam perempuan dan anak.

Fenomena ini yang membuat AXA Mandiri dan AXA meluncurkan kampanye #AmanUntukSemua pada Juni 2020 sebagai respons untuk sebagai langkah proaktif dan praktis dalam menanggapi situasi saat ini di mana angka kekerasan di ranah privat meningkat secara signifikan selama pandemi Covid-19. Kini kampanye #AmanUntukSemua sudah memasuki fase ketiga, yaitu fase di mana AXA Mandiri dan AXA fokus pada pemberdayaan korban kekerasan terutama untuk perempuan.

Tema inilah yang menjadi pembahasan dalam Talkshow Pemulihan dan Pemberdayaan Korban Kekerasan di Ranah Privat yang diselenggarakan secara virtual di Zoom dan Instagram Live Fimela pada Selasa, 17 November 2020. Simak highlight acara selengkapnya yuk!

Upaya Pemerintah dalam Menangani dan Mencegah Kekerasan di Ranah Privat

Turut hadir dalam acara ini Hendry Novtrizal, Plt. Kabid Pemberdayaan Perempuan Anak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak & Pengendalian Penduduk Provinsi Jakarta yang memaparkan apa saja upaya yang sudah dilakukan pemerintah DKI Jakarta dalam rangka mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia mengungkapkan jika kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pemprov DKI Jakarta dinaungi oleh berbagai kebijakan mulai dari Perda, Pergub, Kepgub, dan Ingub.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas pengaduan lewat Jakarta Siaga 112 bebas pulsa yang tersedia 24 jam. Ada juga aplikasi Jakarta Aman yang memiliki panic button yang bisa digunakan saat mengalami kondisi yang mengancam.

Kupas Tuntas Dampak Kekerasan di Ranah Privat, Efeknya Luar Biasa

Vitria Lazzarini Latief, psikolog dari P2TP2A mengungkapkan fakta yang mencengangkan terkait angka kekerasan terhadap perempuan yang naik 75% selama pandemi. Ia menjelaskan jika kekerasan selama ini menjadi global endemic, namun statusnya berubah menjadi shadow endemic karena korban tinggal bersama dengan pelaku dan nggak bisa berbuat apa-apa.

Perempuan yang akrab disapa Lia ini menjelaskan bahwa dampak yang dirasakan korban juga luar biasa karena bisa mempengaruhi pola pikir, kondisi fisik, perilaku secara sosial, ekonomi, hingga dampak secara spiritual.

“Saya mengapresiasi AXA dan Mandiri AXA terutama karena nggak banyak yang mau menyorot kekerasan terhadap perempuan sebab isu ini nggak seksi. Nggak mudah membangkitkan dukungan dari masyarakat terhadap isu ini,” ungkap Lia dalam sesi talkshow tersebut.

Lia juga menjelaskan bahwa pemulihan dan pemberdayaan dari P2TP2A meliputi program komprehensif mulai dari layanan psikolog, advokat, hingga layanan sosial yang semuanya diberikan secara gratis.

Bagi masyarakat di sekitar Jakarta yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi beberapa hotline yang tersedia. Mulai dari Hotline Pengaduan di nomor 081317617622, Layanan Integrasi Jakarta Siaga dan aplikasi Jakarta Aman, dan email ke upt.p2tp2adki.2017@gmail.com.

Sementara yang berada di luar Jakarta bisa mendapatkan bantuan dari Hotline Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di nomor 0821-2572-1234, SEJIWA 119 ext 8, dan hubungi UPTD PPA atau P2TP2A di provinsi, kota, atau kabupaten terdekat.

“Kekerasan bisa terjadi pada siapa saja, tingkat pendidikan apapun, nggak memandang status sosial apapun. Namun, ada lembaga yang bisa membantu. Untuk bisa mendapatkan bantuan ambil langkah berani. Jika kita sebagai rekan korban kekerasan, ambil langkah agar mereka bisa keluar dari kekerasan.” Imbau Lia.

Saatnya Perempuan Lebih Kuat dan Berdaya

Julien Steimer, Country CEO AXA Indonesia, Komisaris AMFS dan Presiden Komisaris MAGI mengungkapkan jika kampanye #AmanUntukSemua ini adalah misi AXA dan AXA Mandiri dalam melindungi masyarakat Indonesia, melindungi kesehatan mental mereka dan melindungi korban kekerasan di ranah privat.

Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia & AXA Indonesia Global Sponsor of D&I menceritakan awal inisiasi dari program inspiratif ini.

“Ide ini datang dari para leader di AXA Mandiri dan AXA, kami melihat peningkatan kekerasan di ranah privat menjadi pandemi itu sendiri. Kami berusaha merancang program ini agar dapat menjadi program yang meaningful dan impactful bagi masyarakat. AXA Mandiri dan AXA bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak serta organisasi-organisasi lainnya untuk dapat membantu dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu ini serta kita semua memiliki hak untuk merasa aman dan terlindungi,” ungkap Niharika.

#AmanUntukSemua memiliki 3 fase program. Diawali dari fase 1 yaitu sosialisai layanan dan fasilitas bantuan penanganan melalui media sosial. Di fase 2, AXA Mandiri dan AXA melakukan kolaborasi dengan para profesional dengan menggelar rangkaian webinar yang mengangkat topik Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di ranah privat. Dan puncaknya saat ini di fase 3 yang fokus pada pemberdayaan perempuan.

Niharika menekankan bahwa penting bagi perempuan untuk berdaya termasuk berdaya secara finansial. Oleh sebab itu, penting bagi setiap perempuan untuk memiliki pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dan dibekali dengan berbagai keterampilan yang bisa membuat mereka lebih kuat dan berdaya.

Pada kesempatan yang sama, Enny, Presiden Direktur Mandiri AXA General Insurance juga menyampaikan bahwa setiap perempuan bisa menjadi pemimpin dan memiliki hak untuk dapat menjadi pemimpin atas dirinya sendiri maupun juga pemimpin di keluarga dan secara profesional. Yang perlu dilakukan adalah menghilangkan stereotype bahwa pemimpin dominan adalah lelaki, dan yakin bahwa sebagai perempuan bisa mandiri dan berdaya.

“Setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin baik di karir maupun di fase kehidupan lainnya. Perempuan juga memiliki hak menjadi pemimpin, minimal menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan keluarga. Dengan acara ini kami ingin memotivasi para perempuan untuk semakin berdaya. Menjadi perempuan yang mandiri dan berdaya merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya kekerasan di ranah privat.” Jelas Enny

Di fase puncak ini, ada beberapa program yang akan dijalankan oleh AXA Mandiri dan AXA. Mulai dari Financial Management, program yang meningkatkan keterampilan seperti “Do It Yourself” dan berbagai kegiatan webinar. Hal ini untuk membuka kesempatan kepada para korban kekerasan terhadap perempuan agar mereka bisa keluar dari kondisinya, menciptakan peluang untuk lahan pekerjaan sehingga bisa mandiri secara finansial.