Puncak Kemacetan Jakarta Terjadi Setiap Bulan Ini

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVAJakarta akhirnya bisa keluar dari daftar 10 kota termacet di dunia versi Tom Tom Traffic Index. Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia peta digital dan beragam perangkat elektronik itu mencatat, pada tahun lalu Ibu Kota berada di posisi 31.

Menurut lembaga Transformative Urban Mobility Initiative yang berbasis di Jerman, pencapaian itu tidak lepas dari peran Gubernur DKI, Anies Baswedan dalam menata kembali moda transportasi umum dan mengeluarkan beragam aturan baru terkait lalu lintas.

Contohnya peningkatan layanan bus dan pembangunan jalur sepeda sepanjang 63 kilometer. Selain itu, adanya penerapan sistem ganjil genap juga ampuh mengurangi simpul kemacetan yang biasa terjadi setiap hari.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman resmi Tom Tom, Jumat 5 Februari 2021, pada 2019 Jakarta ada di peringkat 10 dalam daftar kota paling macet di bumi. Tahun sebelumnya bahkan lebih parah, yakni peringkat 7. Sementara di 2017, DKI posisinya ada di urutan empat termacet.

Dalam waktu tiga tahun, tingkat kemacetan Jakarta bisa dikurangi dari 61 persen menjadi hanya 37 persen saja. Dengan luas lebih dari 660 kilometer persegi dan jumlah penduduk 10 juta jiwa, tidak mudah untuk melakukan hal itu.

Dari data yang sama, diketahui bahwa Februari menjadi bulan di mana kemacetan berada di posisi tertinggi. Pada 14 Februari 2017, kemacetan di DKi mencapai angka 109 persen.

Kemudian pada 15 Februari 2018, tingkat kemacetannnya mencapai 95 persen, sementara di 2019 waktunya bergeser ke 6 Maret dengan angka 91 persen. Tahun lalu, puncak macet di Jakarta yakni pada 28 Februari dengan angka 86 persen.