Puncak Peringatan HUT ke-474 Kota Semarang Digelar Sederhana dan Virtual

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Semarang Puncak Peringatan HUT Kota Semarang ke-474 akan digelar secara sederhana dan terbatas di lingkungan Balai Kota Semarang pada Minggu (2/5). Di pagi hari, Pemkot menggelar upacara peringatan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan juga tetap mengajak masyarakat berpartisipasi secara daring melalui kanal Youtube Pemkot Semarang.

“Tahun lalu kita masih belajar. Dari hasil pembelajaran itu yang terpenting hari ini adalah penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatan,” ungkap Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Upacara peringatan HUT ke-474 digelar dengan jumlah peserta terbatas, mulai dari perwakilan setiap OPD dan organisasi masyarakat serta tamu undangan yakni jajaran Forkopimda. Penerapan protokol kesehatan ketat dalam peringatan upacara tersebut menjadi prioritas mengingat jumlah pasien Covid-19 di Kota Semarang masih fluktuatif.

“Ini sebagai antisipasi, yang penting peringatan HUT sebagai momentum bersejarah bagi Kota Semarang tetap terselenggara,” ungkap Hendi, sapaan akrab Wali Kota.

Peringatan Nuzulul Qur'an dan Syukuran

Karena peringatan HUT ke-474 bersamaan dengan momentum bulan Ramadhan, Hendi pun menginisiasi peringatan HUT Kota Semarang agar digabungkan sekaligus dengan kegiatan bulan Ramadhan. Sehingga pasca upacara peringatan, malam harinya, Hendi beserta jajarannya mengadakan peringatan Nuzulul Qur'an dan Sholat Tarawih sekaligus tasyakuran HUT ke-474 kota Semarang di Balaikota Semarang.

Ustadz KH. Wijayanto dari Jakarta pun berkenan untuk memberikan tausiyah dan doa dalam tasyakuran tersebut. Seperti halnya upacara peringatan HUT, tasyakuran pun tetap digelar terbatas bersama dengan jajaran Forkopimda, agar tak menimbulkan kerumunan.

Acara tasyakuran dan Nuzulul Quran pun sedianya juga dapat diikuti secara virtual oleh warga masyarakat.

Situasi pandemi membuat peringatan dua edisi HUT Kota Semarang pada 2020 dan 2021 ini harus digelar secara sederhana dan terbatas. Namun, warga Kota Semarang patut berbangga karena rangkaian peringatan HUT kali ini digelar lebih meriah daripada tahun lalu. Pemkot juga menggelar beragam perlombaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kebanggaan tersebut semakin meningkat mengingat di tengah kondisi pandemi, Kota Semarang masih mencatatkan hasil-hasil pembangunan positif di tengah keterbatasan.

(*)