Punya Gaji UMR Jangan Minder, Kamu Tetap Bisa Investasi

·Bacaan 3 menit

VIVA – Masa gajian sudah tiba. Setiap kali gajian menjelang, masa promo di berbagai platform juga tiba. Kalau tidak mampu mengelola keuangan, promo bisa berhasil membuat Anda kalap dan sibuk check-out barang-barang yang sebelumnya sudah ditempatkan di keranjang e-commerce.

Padahal, selain belanja kebutuhan sehari-hari, investasi juga kini menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Hanya saja, terkadang investasi seringkali dinomorduakan karena dianggap terlalu mahal dan tidak cocok untuk pekerja bergaji upah minimum regional atau UMR. Benar enggak sih?

“Sebenarnya, gaji UMR bukan masalah. Investasi itu earlier you do better. Jadi, yang penting adalah niat,” kata Pendiri Zipmex Indonesia, Raymond Sutanto, Minggu, 29 Agustus 2021. Ia lalu membagikan tujuh tips untuk investasi dengan gaji UMR.

Tentukan tujuan

Niat tentu tidak akan terpancang kuat kalau Anda tidak punya tujuan. Untuk memberikan dasar yang kuat pada niat Anda dan membuat Anda semakin yakin dalam berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuannya bisa apa saja, tergantung apa yang ingin Anda capai dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya, Anda berencana membeli rumah dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, membeli motor tahun depan, atau bahkan pensiun dini. Apa pun alasannya tidak masalah, yang penting tujuan tersebut masuk akal dan tidak di luar nalar serta berkaitan dengan finansial.

Tetapkan pula jangka waktu yang Anda inginkan, sehingga tujuan Anda lebih mudah untuk diukur.

Buat perencanaan

Setelah tahu apa tujuannya dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan, kini saatnya Anda membuat perencanaan. Hitung dengan baik berapa take-home pay Anda, di luar dari upah lembur. Lalu, alokasikan dana tersebut sesuai dengan persentase yang sudah Anda tentukan.

Setiap orang punya caranya masing-masing tergantung kebutuhannya. Oleh sebab itu, kebutuhan hidup boleh saja memiliki porsi terbesar. Namun, sisanya harus ada yang dialokasikan untuk investasi atau menabung.

Disiapkan, bukan disisihkan

Agar investasi Anda dapat berjalan lancar, Anda harus menyiapkan alokasi dana khusus untuk investasi. Jangan menunggu hingga gaji bulanan Anda tersisa baru berinvestasi. Selain biasanya tidak benar-benar berhasil, Anda justru jadi menunda apa yang sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat.

Anda juga harus membiasakan diri untuk disiplin. Jangan mengurangi besaran tabungan atau investasi yang semestinya Anda siapkan. Tapi, Anda boleh berinvestasi dengan nominal yang lebih besar, hanya apabila memang lagi memiliki uang lebih. Jangan sampai investasi Anda justru mengganggu cashflow.

Belajar

Investasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Apa pun jenis asetnya, Anda diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aset tersebut, baik secara fundamental maupun analisis. Hal ini dibutuhkan agar Anda bisa menentukan strategi investasi yang tepat sesuai dengan tujuan Anda.

Dengan memiliki wawasan atau edukasi yang mumpuni, Anda juga jadi lebih matang ketika berinvestasi. Anda bukan hanya mengerti keuntungan yang akan diterima, tapi juga risiko yang ada. Investasi jadi dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, Anda jadi tidak mudah tertipu oleh scam yang mengatasnamakan investasi.

Cari penghasilan tambahan

Kalau menurut Anda gaji saja tidak cukup, Anda bisa melakukan pekerjaan tambahan untuk memperoleh penghasilan lebih. Misalnya, membuka jasa terjemahan, jasa les, menjadi freelancer atau berjualan online. Dengan cara ini, maka modal investasi Anda juga jadi semakin besar sehingga hasilnya juga bisa jadi semakin menarik.

Hemat itu wajib

Menahan godaan untuk tidak belanja tentu sulit. Tetapi, kalau Anda ingin berinvestasi dengan nyaman dan aman, maka Anda harus mau dan mampu berhemat. Kencangkan ikat pinggang Anda dan jangan sampai goyah.

Anda bisa membiasakan diri dengan membawa botol minum dan bekal pribadi ketika bepergian. Anda juga harus mengurangi kebiasaan untuk jajan atau membeli barang-barang yang kurang diperlukan.

Pilih investasi yang paling sesuai

Ini juga tidak kalah penting, Anda harus memilih instrumen investasi yang paling sesuai. Anda bisa memulai investasi dalam bentuk konvensional seperti tabungan, membeli reksa dana atau obligasi, membeli saham, atau yang saat ini tengah populer adalah kripto.

Kripto adalah salah satu instrumen yang memiliki imbal hasil investasi yang cukup baik dan dapat diakses dengan mudah. "Anda bisa memulai investasi mulai dari Rp100 ribu dan membeli kripto mulai Rp10 ribu di platform kami," ungkap Raymond.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel