Punya Komorbid Kena Corona, Bolehkah Konsumsi Selain Obat COVID-19?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit kronis, biasanya harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Tapi, bagaimana jika dia terinfeksi COVID-19? Apakah boleh konsumsi obat rutin tersebut bersamaan dengan obat COVID-19?

Spesialis penyakit dalam, Dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, menjelaskan, kondisi seperti ini disebut juga dengan polifarmasi atau orang-orang yang mengonsumsi banyak obat-obatan. Lalu, apa yang harus dilakukan?

"Ini biasanya harus dipantau dokter untuk ditentukan obat-obat semuanya. Mana obat yang harus lanjut, mana yang bisa ditahan dulu, mungkin diturunkan dosisnya, karena biasanya kalau ada gangguan seperti infeksi yang akut dari COVID-19, itu akan mengganggu penyakit-penyakit kronis yang sudah ada," ujarnya saat #GoodTalkSeries 'A-Z Tips Isoman Anti Panik' di Instagram @gooddoctor.id, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Dokter Jeffri mencontohkan penyakit diabetes. Jika penyandang penyakit ini terkena COVID-19, maka gula darahnya akan naik, sehingga memerlukan penyesuaian dari dosis obat diabetes yang diberikan.

"Nah, obat inilah yang biasanya harus dipantau oleh dokter, harus dilihat parameternya, sejauh apa harus diturunkan, atau bahkan dinaikkan dosisnya atau diganti. Biasanya kalau penyakit dalam, untuk pasien-pasien COVID-19 yang memiliki lonjakan gula, kita akan menggantinya menjadi obat suntik, tidak lagi menggunakan obat-obat tablet," terang dia.

Menurut Jeffri, hal itu dilakukan karena biasanya, pasien COVID-19 merasa mual sehingga sulit menelan obat-obatan. Jadi, harus diganti dengan obat sediaan yang lebih efektif yang bisa langsung masuk ke darah dan menurunkan gula darah.

"Itu biasanya akan kita berikan dalam sediaan insulin atau yang kita suntikan. Ini adalah sebagian kecil aja dari contoh teman-teman kita yang dengan penyakit kronis dan bingung dengan obat-obat rutinnya," tuturnya.

Jeffri mengatakan, hal tersebut memang tidak bisa dilakukan sendiri karena terlalu kompleks. Jadi, jika kamu mengalami kondisi yang mengharuskan kamu mengonsumsi banyak obat-obatan, maka lebih baik konsultasikan ke dokter.

"Kompleks sekali kalo sudah polifarmasi sudah banyak sekali obatnya. Gak usah bingung dosisnya harus naik berapa, harus diganti seperti apa, konsultasi aja ke dokter. Mungkin dengan telemedisin kalau susah, bisa ditentukan nanti oleh dokternya sementara harus gimana," pungkas dr. Jeffri Aloys Gunawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel