Punya Nama Panggung Babi, Penyanyi K-Pop Di-bully Warganet

Adinda Permatasari

VIVA – Seorang artis K-pop dibuat geram karena namanya dijadikan olok-olok oleh warganet yang sebagian besar datang dari Malaysia. Penyanyi dan penari asal Korea Selatan itu tidak terima dengan komentar tak sopan warganet dan meminta mereka berhenti menyerangnya di kolom komentar media sosialnya.

Dilansir laman World of Buzz, penyanyi dan penari asal Korea Selatan yang tergabung dalam grup K-Pop Fly With Me itu memiliki nama panggung Babi. Dalam bahasa Melayu maupun Indonesia, nama tersebut tentu mengingatkan pada seekor hewan.

Karena namanya itu, warganet menyerang kolom komentar dan mengejek nama tersebut. Saking banyaknya yang mengolok namanya, Babi pun dibuat frustasi dan menegur warganet dari Malaysia melalui sebuah pernyataan di Instagramnya.

Ia mengunggah sebuah tulisan besar dengan latar hitam yang berbunyi, "Orang-orang Malaysia yang datang ke sini untuk mengejek namaku harus melihat unggahan ini."

Kemudian, di dalam keterangan foto ia menuliskan sebuah pesan panjang.

"Kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Hanya karena namaku jadi bahan tertawaanmu?
Apa kau bersenang-senang dengan ini?
Aku tidak tertarik dengan bahasamu.
Jadi tidak peduli apa arti namaku dalam bahasamu.
Dan aku tidak tahu negaramu, tapi aku tidak ingin tahu lagi.
Jika hal yang sama terjadi setelah kau melihat unggahan ini, aku akan melaporkan semua orang dan blok akunnya.
Jadi berhenti sekarang.
Terakhir, terima kasih telah membantuku,"
tulisnya.

Dari beberapa komentar yang muncul, salah satunya ada yang menyarankan sang artis untuk mengganti namanya hanya karena nama itu terdengar seperti umpatan di negara itu.

Komentar lainnya mengatakan kalau mereka ingin berteman dengan seekor babi dan komentar lain mengatakan kalau penyanyi itu sangat terkenal di Malaysia karena namanya.

Sebelumnya, Malaysia juga dihebohkan dengan komentar rassisme yang dilontarkan mantan Miss Universe Malaysia di media sosial. Dia mendapat banyak kecaman karena pernyataan yang dianggap tidak menunjukkan simpati sementara banyak orang di dunia menyuarakan keadilan untuk orang-orang berkulit hitam.