Punya Risiko Penularan, Pemerintah Pantau Ketat Kegiatan Halal Bihalal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah tetap mengingatkan masyarakat terkait penularan COVID-19 yang dinilai masih berbahaya hingga per detik hari ini. Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, pasca libur Lebaran pihaknya tetap mengantisipasi kerumunan atau aktivitas masyarakat. Salah satunya kegiatan halal bihalal.

"Kegiatan ini punya risiko yang sangat besar. Ada beberapa klaster halal bihalal yang sudah terjadi," ujarnya di kantor Presiden, Jakarta, Senin 24 Mei 2021.

Baca juga: 97 Ribu Data PNS Misterius, Gaji-Pensiun Dibayar tapi Orangnya Fiktif

Doni memaparkan sudah ada kejadian seperti yang sudah terjadi di beberapa wilayah Jakarta. Ia pun memberi wanti-wanti kepada seluruh daerah untuk memerhatikan imbauan ini.

Menurutnya perlu ada kesadaran masyarakat yang tinggi, bukan hanya petugas juga terus memantau di lapangan.

"Bahwa kegiatan halal bihalal dengan acara makan-makan tentu punya risiko yang sangat tinggi sekali (penularan)," kata Doni.

Untuk itu dia menegaskan, perlu mengurangi risiko dari setiap aktivitas yang membahayakan.

"Sekali lagi, kita harus mengingatkan, setiap ada aktivitas yang dapat membahayakan satu sama lainnya, harus ada yang tampil sebagai pahlawan kemanusiaan untuk berani mengingatkan. Hanya dengan mengingatkan, kita bisa mengurangi risiko," sambung mantan Danjen Kopassus tersebut.

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, bahwa tren kenaikan kasus pascalibur Lebaran sudah mulai terasa beberapa hari belakangan. Contohnya, kasus harian sudah menunjukkan angka di atas 5 ribu.

"Ini menunjukkan bahwa mobilitas yang terjadi pasca (libur) Lebaran itu dampaknya sudah mulai terlihat minggu ini. Dari kalkulasi prediksi yang kita lakukan mungkin akan mencapai peningkatan (kasus) sampai pertengahan minggu yang akan datang," kata Dante. (dum)