Punya Rumah di Mars Bakal Jadi Kenyataan?

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Setelah diumumkan menjadi orang terkaya di dunia, petinggi SpaceX, Elon Musk memperkuat tekadnya untuk menjelajahi Mars. kekayaan bersihnya mencapai lebih dari US$185 miliar atau sekitar Rp2,573 ribu triliun. Kekayaan bos roket dan mobil listrik ini melampaui Kepala Eksekutif Amazon, Jeff Bezos.

Dalam sebuah pernyataan ia mengatakan, setengah dari hartanya dimaksudkan untuk membantu masalah di Bumi, dan setengahnya untuk membangun kota di Mars, memastikan keberlangsungan kehidupan jika Bumi terkena meteor atau adanya Perang Dunia 3.

Mengutip dari situs Express, Senin, 11 Januari 2020, tweet yang dibuatnya pada 2018 lalu mengenai masalah di Bumi kemungkinan merujuk ke Tesla, perusahaan kendaraan listrik milik Musk.

Sebelumnya ia telah berbicara tentang peran Tesla dalam menyelamatkan lingkungan, mengklaim langkah menuju mobil listrik sangat penting untuk masa depan dunia. Jika masalah lingkungan tidak diselesaikan, maka kita semua menjadi terkutuk.

Selain masalah Bumi, Musk juga bicara mengenai kehidupan di planet tetangga. Pria kelahiran Afrika Selatan ini sangat percaya bahwa masa depan umat manusia bergantung pada kemampuan kita untuk meninggalkan planet ini dan mengisi dunia lain.

Ambisi ini membuatnya mendapatkan pujian dari penulis Michio Kaku, yang membandingkan visinya dengan mendiang astronom Carl Sagan. Dua tahun lalu ia juga membeberkan Kisaran biaya untuk mewujudkan visinya.

Dia memperkirakan manusia dapat membangun kota pada tahun 2059, meskipun besaran biayanya mencapai US$100 miliar hingga US$10 triliun. Perusahaan terus maju dengan rencananya, dengan mengembangkan kendaraan peluncuran antarplanet, Starship.

Roket prototipe sedang dikembangkan di Texas Selatan, di mana iterasi terbaru, Nomor Seri 9 atau SN9, diharapkan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang. Musk mengklaim akan membawa manusia pertama ke Mars pada awal 2026, dengan pendaratan tanpa awak pertama pada 2024.