Punya Uang Beli Alat Rapid Test Virus Corona Covid-19? Kisah Ini Perlu Anda Perhatikan

Liputan6.com, Jakarta Penguasaha sekaligus pegiat otomotif, Jerry Lo, menyadarkan kita bahwa tes virus Corona Covid-19 tidak harus dijangkau lewat jalur pemerintah saja. Bila Anda mampu, layanan yang menjadi sebuah 'kemewahan' di tengah pandemi global saat ini, bisa didapatkan tanpa melalui mekansime yang ribet.

Bahkan tidak perlu datang ke rumah sakit pun bisa, Seperti yang dilakukan Rumah Sakit Royal Progress Sunter terhadap keluarga besar Jerry Lo, beberapa waktu lalu. Entah bagaiman prosesnya, Jerry mampu mendatangkan klinik mobile medis milik rumah sakit yang beralamat di jalan Danau Sunter Utara Paradise 1, Jakarta Utara itu untuk selanjutnya melakukan tes terhadap 80 orang yang terdiri dari keluarga, karyawan, sopir, pembantu, security, sampai Ketua Umum PSSI, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule. (Berita lengkapnya di sini).

Sebelumnya, DPR juga membeli 40 ribu unit alat rapid test dari Wuhan, China. Sebanyak 2000 akan dipakai anggota DPR dan keluarganya, sementara sisanya disumbangkan ke rumah sakit atau layanan medis lainnya. Anggota DPR mengaku kalau pembelian ini dilakukan mandiri dengan cara urunan. 

Namun amankah tes-tes mandiri seperti ini? Agar tidak terkecoh, tidak ada salahnya anda mengikuti salah satu berita yang saat ini tengah ramai di Spanyol terkait akurasi alat-alat tes semacam ini. 

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Jauh Panggang dari Api

Warga berjalan di sepanjang La Ramblas, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown setelah negara berpenduduk 47 juta jiwa itu terdampak virus corona COVID-19 paling parah kedua di Eropa setelah Italia. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Seperti diketahui, Spanyol tengah berjuang untuk mengatasi penyebaran virus Corona Covid-19 di negaranya. Pemerintah di sana mulai kewalahan karena jumlah korban yang terinfeksi terus merangkak naik. Begitu juga dengan angka kematian yang kini sudah melebihi korban di Tiongkok. 

Di tengah situasi seperti ini, Spanyol mau tidak mau membutuhkan lebih banyak alat rapid test guna mencari sebanyak mungkin warga yang terinfeksi virus Corona. Mereka lalu memesan ke China.

Setelah menunggu lama, paket tersebut akhirnya tiba di Spanyol. Namun sayang, bak jauh panggang dari api, sebagian alat rapid test tersebut sebagian besar tidak bisa digunakan. Sejumlah laboratorium yang telah menguji alat tersebut menyatakan hasilnya sama sekali tidak se-akurat yang diinginkan. 

Seperti dilansir AS mengutip harian El Pais, yang terbit Kamis (27/3/2020), tingkat sensitifitas alat rapid test bikinan Bioeasy hanya 30 persen- jauh di bawah yang dijanjikan yakni di atas 80 persen. 

"Dengan seperti itu, tidak ada gunanya menggunakan alat tes ini lagi," kata salah seorang ahli mikrobiologi yang bertanggung jawab untuk menganalisis alat rapid tes buatan Bioeasy tersebut.

Menanggapi pernyataan ini, pemerintah China segera angkat bicara. Melalui kedutaan besarnya di Spanyol, China menyampaikan kalau perusahaan Bioeasy belum mendapat lisensi dari Badan Penganawas obat-obatan China untuk menjual produk rapid test yang mereka buat. 

Kedutaan besar China di Spanyol lewat akun Twitter-nya juga menyampaikan, donasi yang digalang pemerintah China dan entitas lain seperti Alibaba sama sekali tidak menyertakan produk dari Bioeasy.

Spanyol sendiri Rabu lalu mengumumkan telah memesan sebanyak 5,5 juta alat rapid test sebagai bagian dari pembelian alat kesehatan senilai 432 juta euro dari China. Alat rapid test sangat dibutuhkan pemerintah Spanyol untuk menjaring sebanyak mungkin warga yang positif terjangkit virus Corona sehingga mereka bisa segera diisolasi demi menghindari penyebaran lebih luas.

 

Tunggu Alat Baru

Han Yi, petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Namun kalau hasil tesnya negatif, atau tidak valid maka tim kesehatan akan kembali ke metode PCR yang lebih akurat meski memakan  waktu lebih lama. Meski tidak sedetail PCR, setidaknya hasil rapid test bisa memberi gambaran yang lebih luas sehingga langkah pencegahan bisa diambil lebih cepat. 

Hanya saja, kalau alat rapid testnya tidak akurat, tenaga medis dan di Spanyol tidak bisa berbuat apa-apa sampai mereka benar-benar mendapat alat baru yang representatif dan bisa digunakan. 

Nah, kalau yang pakai jalur pemerintah saja masih bisa dapat alat test yang tidak akurat, hal yang sama juga bukan tidak mungkin dialami oleh pihak-pihak yang membelinya secara mandiri. Nah karena itu, jangan asal tes. Sebaiknya teliti dengan cermat agar uang yang mungkin Anda keluarkan tidak sia-sia karena hasil yang tidak akurat. Dan lebih baik lagi, ikuti jalur yang sudah ada agar alat rapid test yang saat ini diperlukan dunia dalam melawan Covid-19, benar digunakan bagi yang membutuhkan.