PUPR Bangun Rusun Bagi Gelandangan, Intip Lokasi dan Fasilitasnya

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun Rumah Susun (rusun) untuk tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat tidak mampu. Seperti pemulung, gelandangan, pengemis, manusia gerobak, dan warga lanjut usia terlantar.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pembangunan hunian vertikal tersebut sekaligus sebagai tempat pemberdayaan dan pengembangan usaha ekonomi produktif, melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial. Sebab, mereka masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

"Diharapkan nantinya rusun dapat menjadi tempat untuk memberdayakan masyarakat tidak berpenghasilan dari tempat lain. Serta dapat mengurangi kekumuhan di lokasi sekitar," kata Basuki dikutip dari keterangannya, Rabu 10 Februari 2021.

Baca juga: Update Harga 10 Januari 2021: Emas Antam dan Global Kompak Naik

Selain pengembangan rumah susun, kerja sama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial juga terkait pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan rusun nantinya akan digunakan sebagai hunian sementara. Sebagai standar hidup layak bagi PPKS, yang dilayani oleh Balai Rehabilitasi Sosial, Kemensos.

"Hal itu dilakukan kepada para PPKS dengan terlebih dahulu mengikuti rehabilitasi sosial, pelatihan vokasional, dan pembinaan kewirausahaan," ujarnya.

Diketahui, pembangunan Rusun PPKS akan ditandai dengan rencana peletakan batu bertama (groundbreaking) pada pertengahan Februari 2021. Rusun akan dibangun dua tempat yakni di Kompleks Panti Asuhan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur seluas 1.932 m persegi, dan Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur, seluas 3.880 m2.

Masing-masing rusun dibangun lima lantai, dan terdiri dari 108 unit tipe 24 untuk menampung 428 orang. Kedua rusun telah dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) seperti tempat parkir, jaringan air bersih, dan sanitasi dan listrik.

Selain itu, setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair, seperti 212 unit tempat tidur susun dan empat unit tempat tidur single, 212 unit lemari dua pintu dan empat unit lemari satu pintu, 428 unit meja, dan 428 kursi di masing-masing kamarnya.

Untuk pemanfaatan ruangnya diketahui bahwa pada lantai dasar digunakan sebagai ruang pengelola, ruang serbaguna, dua unit bagi disabilitas berkapasitas empat orang, dan 18 unit standar berkapasitas 72 orang.

Kemudian untuk Lantai II hingga Lantai V digunakan untuk ruang hunian masing-masing lantai berjumlah 22 unit standar berkapasitas 88 orang. Biaya pembangunan kedua rusun dan fasilitas pelengkapnya diperkirakan sebesar Rp 86,6 miliar.