PUPR: Capaian subsidi rumah 2015-2020 rata-rata 202.666 unit per tahun

·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian kinerja subsidi perumahan selama enam tahun terakhir rata-rata sebanyak 202.666 unit per tahun.

"Sebagai informasi, capaian kinerja subsidi perumahan (FLPP, SSB, dan BP2BT) selama 6 tahun terakhir (2015-2020) mencapai rata-rata sebesar 202.666 unit per tahun, sedangkan capaian kinerja SBUM yang merupakan komplementer SSB dan FLPP rata-rata sebesar 139.579 unit per tahun," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto dalam seminar daring di Jakarta, Rabu.

Menurut Menteri Basuki, walaupun terjadi penurunan pada tahun 2018-2020, tapi secara umum kinerja subsidi perumahan dapat dijaga secara konsisten, bahkan pada masa pandemi covid-19 sekalipun.

Baca juga: Kementerian PUPR telah salurkan dana FLPP Rp9,39 triliun per 28 Juni

"Hal ini saya kira yang membantu rebound-nya perekonomian Indonesia pada tahun ini," katanya.

Adapun kinerja KPR Subsidi FLPP, SSB, SBUM dan BP2BT dari Bank Penyalur, yakni Bank BUMN, Bank Swasta Nasional dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Tahun 2015-2020, tercatat paling tinggi adalah Bank BTN dari Bank BUMN sebanyak 745.014 unit.

Sedangkan dari Bank Swasta Nasional yakni Bank Artha Graha sebanyak 18.012 unit, kemudian untuk bank BPD adalah Bank BPD Papua sebanyak 8.705 unit.

Baca juga: Pemerintah ingatkan hunian subsidi harus berkualitas

Selain itu, kinerja KPR Subsidi Bank BUMN Syariah dan BPD Syariah Tahun 2015-2020, paling tinggi adalah BTN Syariah dari Bank BUMN Syariah sebanyak 111.332 unit dan BPD Sumut Syariah dari BPD Syariah sebanyak 5.350 unit.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan anggaran untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan pada tahun depan sebesar Rp28,2 triliun.

Lebih lanjut Menteri PUPR menjelaskan Bantuan Pembiayaan Perumahan untuk tahun depan tersebut terdiri dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp23 triliun untuk 200 ribu unit rumah dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp1,6 miliar untuk 42 unit rumah.

Kemudian Subsidi Selisih Bunga (SSB) atau Subsidi Bunga Kredit untuk penerbitan tahun sebelumnya sebesar Rp4,39 triliun, serta Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk penerbitan TA 2022 sebesar Rp812 miliar bagi 200 ribu unit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel