PUPR dan Pemkot Medan Bangun Pasar Tradisional Konsep Green Building

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Pasar Tradisional di Kota Medan dengan konsep Green Building atau bangunan hijau. Pasar tersebut, berada di lahan relokasi sebagai pengganti Pasar Aksara, yang berada di Jalan Mesjid, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pembangunan tersebut dilaksanakan setelah terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh bangunan pada Selasa, 12 Juni 2016 lalu. Pasar Aksara ini direlokasi dan dibangun oleh Kementerian PUPR menggunakan APBN Multiyears dengan menelan anggaran sebesar Rp94 miliar dan pengerjaan akan selesai pada Desember tahun 2021.

Direktur Jendral (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusuma Astuti didampingi Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman meninjau langsung proses pembangunan Pasar Aksara, Rabu sore, 19 Mei 2021.

"Ini pembangunan sudah 50 persen. Sesuai perpres 64 tahun 2018. Usul sudah sejak lama, tahun 2018, lalu. Ini pasar dengan pembangun Green Building. Harus dijaga terus dalam pelaksanaan tetap Green building. Target selesai Desember tahun ini," jelas Dirjen Ciptra Karya Kementerian PUPR, Diana Kusuma Astuti kepada wartawan di Medan.

Pasar Aksara ini, memiliki keunikan. Lahan berada di Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan, kepemilikan pengelolaan dan operasional pasar milik Pemerintah Kota Medan. Diana menjelaskan, kedua daerah tersebut sudah melakukan koordinasi sebelumnya.

Sementara kendala dalam pembangunan Pasar Aksara ini, Diana mengatakan bahwa lahan yang diusulkan oleh Wali Kota Medan sebelum Bobby Nasution tidak luas kepada Kementerian PUPR beberapa tahun lalu.

"Kendalanya, lahannya sempit. Ini harus dibangun. Ini lahan, sudah usulan dari Wali Kota Medan yang lama, sebelum pak Bobby. Ini pasar lahannya di Kabupaten Deli Serdang. Tapi, milik Kota Medan. Sudah ada koordinasi antara Deli Serdang dan Kota Medan," jelas Diana.

Meski pengerjaan baru 50 persen. Namun, Diana menambahkan optimis sampai akhir tahun ini pengerjaan selesai dan dapat dioperasikan pada awal tahun 2022 mendatang.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menjelaskan pembangunan Pasar Aksara ini. Bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat saat berbelanja. Pastinya, mengusung pasar tradisional modern.

"Ini disampaikan oleh ibu Dirjen, sebagai waktu akses yang sudah menjadi solusi. Dari pasar relokasi dan pasar dibangun nanti, mana lebih layak. Dengan sendirinya pedagang akan pindah otomatis," ungkap Bobby Nasution.

Pembangunan Pasar Aksara ini, Bobby Nasution mengatakan dengan total kios sebanyak 859 tempat. Sehingga pedagang yang lama dapat ditampung semuanya. Bila nanti sudah beroperasi pada tahun depan.

"Menampung 859 kios, sedangkan pedagang yang 819 pedagang. Masih mencukupi dan masih ada sisanya. Yang diutamakan yang lama, sisanya itu kita lihat standard masuk. Green Building, bagaimana penerapan dan operasionalnya," kata Bobby Nasution.