PUPR percepat konstruksi Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung

·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dalam rangka mendukung konektivitas Sumatera Selatan.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono mengatakan Tol Kayu Agung - Palembang – Betung merupakan bagian dari koridor utama (back bone) Jalan Tol Trans Sumatera untuk meningkatkan konektivitas antara kota atau kawasan di Pulau Sumatera bagian selatan. Tol ini akan mengintegrasikan konektivitas kawasan, memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri di koridor Palembang - Jambi.

“Jalan tol ini juga terkoneksi dengan jalan nasional di Sumatera, sehingga harapan kami juga dapat mendukung pengembangan wilayah, khususnya di Sumatera Selatan,” kata Triono Junoasmono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kementerian PUPR terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dari Provinsi Lampung hingga Aceh sepanjang 3.044 km.

Di Provinsi Sumatera Selatan, saat ini tengah diselesaikan pembangunan Ruas Kayu Agung - Palembang – Betung (Kapalbetung) seksi 2-3 tahap II segmen Palembang (Keramasan) - Betung sepanjang 69,19 km.

Penyelesaian segmen Palembang – Betung akan melengkapi ruas seksi 1-2 segmen Kayu Agung - Palembang (Keramasan) yang telah selesai tahap 1 sepanjang 42,5 km dan diresmikan pada Januari 2021.

Menurut Triono Junoasmono, penyelesaian Tol Kayu Agung - Palembang – Betung akan melengkapi struktur jaringan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.121 km dari Bakauheni, Lampung hingga Aceh.

Saat ini progres pembebasan lahan seksi 2 Tol Kapal Betung ruas Jalintim-Musi Landas sudah sebesar 89,98 persen. Sedangkan untuk seksi 3 ruas Musi Landas-Betung pembebasan lahannya sebesar 53,45 persen. Secara keseluruhan progres pembebasan lahan sudah 80,35 persen.

“Progres fisik hingga Oktober seksi 2 sebesar 32,77 persen dan seksi 3 sebesar 6,40 persen. Target penyelesaian konstruksi seksi 2 dan 3 sepanjang 69,19 km pada Agustus 2023,” kata Triono Junoasmono.

Pembangunan Tol Kapalbetung dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Waskita Sriwijaya Tol dengan total investasi sebesar Rp22,17 triliun yang terbagi menjadi 3 seksi yakni Seksi I Kayu Agung – Jakabaring sepanjang 33,5 km yang telah beroperasi sejak April 2020.

Kemudian Seksi II Jakabaring – Musi Landas sepanjang 33,9 km dikerjakan dalam 2 Seksi yakni Seksi 2A ruas Jakabaring-Kramasan sepanjang 9 km beroperasi Januari 2020 dan Seksi 2B ruas Kramasan – Musi landas sepanjang 24.5 Km dalam tahap konstruksi. Selanjutnya Seksi 3 Musi Landas – Betung sepanjang 44.29 km juga dalam tahap konstruksi.

“Jalan tol Trans Sumatera ini juga ramah lingkungan, di Lampung kita ada terowongan untuk Gajah, di sini ada jembatan untuk tidak merusak lingkungan, flora maupun fauna. Ada jembatan paling panjang di jalan tol yakni Jembatan Musi tidak merusak lingkungan sekitar, kapal juga bisa melintas,” kata Triono Junoasmono.

Baca juga: Pemerintah telah gelontorkan Rp10,89 triliun untuk Tol Trans Sumatera

Baca juga: HK berlakukan kecepatan maksimal dan minimal di Tol Sumatera

Baca juga: Hutama Karya sebut Jalan Tol Trans Sumatera layak secara ekonomi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel