PUPR sebut 397 rumah BSPS di Sleman selesai dibangun

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut sebanyak 397 rumah di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah telah selesai dibangun.

"Untuk Program BSPS tahap pertama sebanyak 397 unit di Kabupaten Sleman telah selesai dibangun. Masyarakat kini tinggal di hunian yang nyaman," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Khalawi menerangkan, Program BSPS menyasar kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki tempat tinggal Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program BSPS itu, ujar dia, dapat menggerakkan kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat.

"Meskipun pemerintah hanya menyalurkan dana sebesar Rp17,5 juta, tetapi pembangunan rumah ini dapat berhasil dan mewujudkan struktur bangunan yang bagus dan tahan gempa. Jumlah keswadayaan penerima BSPS bisa lebih dari Rp40 juta," ujar Khalawi.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR mengemukakan bahwa jumlah anggaran yang digunakan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya program BSPS tahap pertama yang telah selesai di Kabupaten Sleman senilai Rp6,95 miliar.

Sedangkan total rumah yang tidak layak huni yang mendapatkan Program BSPS di DI Yogyakarta sebanyak 5.000 unit rumah dengan total anggaran Rp87,5 miliar.

Pelaksanaan Program BSPS di DI Yogyakarta tersebar di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Sleman (1.044 unit), Kabupaten Kulon Progo (704 unit), Kabupaten Gunung Kidul (1.525 unit), Kabupaten Bantul (1.577 unit), dan Kota Yogyakarta (150 unit).

Salah satu warga yang menerima BSPS, Haryadi, yang bertempat tinggal di Jetak II RT 04 RW 04 Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR yang telah membantu meningkatkan kualitas rumahnya.

"Saya dan keluarga berterima kasih oleh Kementerian PUPR karena telah menambah motivasi dan semangat masyarakat khususnya Program BSPS bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Haryadi.

Baca juga: Bupati Kepulauan Seribu memulai program bedah rumah di Pulau Sebira
Baca juga: Kementerian PUPR sebut program bedah rumah di NTB capai 86,17 persen