Pupuk Indonesia buka kantor perwakilan di Dubai

PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Senin ini resmi membuka kantor perwakilan di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), dalam rangka memperluas kerja sama perdagangan pupuk serta memperoleh akses terhadap bahan baku dan pengembangan industri lainnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan kantor perwakilan itu bertugas menjalankan beberapa peran mulai dari pemasaran internasional, mempermudah akses pembelian bahan baku, hingga mendukung bisnis dagang perseroan.

"Kami melakukan ekspansi untuk mendekatkan diri pada pasar, dan juga mencari peluang-peluang bisnis lain, khususnya di bidang trading komoditas," kata Bakir dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Pupuk Indonesia sebagai salah satu produsen amonia dan urea terbesar di Asia telah berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam memproduksi dan mengekspor amonia dan urea dengan dukungan fasilitas yang lengkap dan kualitas produk yang baik.

Pada 2021, volume ekspor urea Pupuk Indonesia mencapai sekitar dua juta ton, sedangkan ekspor amonia mencapai 715 ribu ton. Tak hanya urea, perseroan juga memiliki beragam jenis produk seperti NPK/NPS maupun ZK yang juga diekspor ke sejumlah negara.

"Khusus dengan UAE, kami juga banyak melakukan pembelian sulfur yang banyak diproduksi oleh UAE dan diperlukan untuk pembuatan asam sulfat," ujar Bakir.

Kantor perwakilan Pupuk Indonesia itu terletak di Dubai International Financial Center (DIFC). Pendirian kantor ini, lanjut Bakir, juga dapat meningkatkan efisiensi biaya serta menambah EBITDA uplift melalui pengembangan bisnis dengan memperbanyak penjualan secara cost and freight (CFR) dan/atau cost insurance freight (CIF).

Menurutnya, hal ini dapat dilakukan karena Dubai merupakan salah satu hub (penghubung) dari perusahaan-perusahaan logistik terkemuka dunia.

Dubai mempunyai reputasi sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk kemudahan berbisnis. Lokasinya sangat strategis berada di antara negara-negara Eropa, seperti Rusia dan Belarusia; negara Afrika, seperti Maroko dan Mesir; dan negara Asia, seperti Yordania, India, dan China.

"Ke depannya, kantor perwakilan di Dubai ini kami targetkan dapat di-scale up menjadi trading company yang dapat memberikan EBITDA uplift kepada Pupuk Indonesia," kata Bakir.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury menyatakan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk terbesar di Asia memainkan peran penting dalam perdagangan pupuk dunia.

Pada 2022, Pupuk Indonesia diproyeksikan meraih nilai pendapatan sebesar enam miliar dolar AS atau meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Pahala juga menyebutkan bahwa pembukaan kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai merupakan langkah yang sangat strategis karena ada tiga inisiatif yang dikembangkan perseroan ke depan.

Pertama, adalah memastikan bahwa mereka memiliki keunggulan operasional, termasuk efisiensi rantai pasok. Kedua, terkait ketahanan dan optimalisasi pangan, yang mana pupuk menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan untuk memiliki ketahanan pangan yang lebih baik.

"Ketiga, kami juga percaya bahwa Pupuk Indonesia juga dapat menjadi salah satu produsen produk-produk yang terkait dengan green and circular economy, seperti melalui green ammonia, green hydrogen atau dalam jangka menengah termasuk blue ammonia dan blue hydrogen," kata Pahala.

Sementara itu, Konsul Jenderal Indonesia di Dubai Kartika Candra Negara mengungkapkan pendirian kantor perwakilan itu tepat karena selama tiga sampai lima tahun terakhir hubungan antara Indonesia dan UEA terus meningkat secara eksponensial.

"Kita bisa melihat bagaimana hubungan perdagangan, investasi, sektor lain, people to people contact, dan hubungan budaya terus meningkat," ujarnya.

Baca juga: Pupuk Indonesia berencana beli emisi karbon perusahaan perkebunan
Baca juga: Pupuk Indonesia jalin kerja sama percepatan kendaraan listrik
Baca juga: Kios Pupuk Indonesia penuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi