Pupuk Indonesia buka layanan kesehatan untuk penyintas gempa Cianjur

PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka layanan tes kesehatan secara gratis untuk para penyintas gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, guna memastikan mereka yang mengungsi tersebut dalam kondisi sehat dan baik.

"Kami intens memberikan tes kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak yang tinggal di posko," kata Senior Vice President Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, telah membangun posko bencana yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mengungsi.

Pihaknya juga menyiapkan satu mobil ambulans siaga yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal kesehatan yang sifatnya mendesak.

Sodikin, salah satu anggota Tim Reaksi Cepat Aksi Kebencanaan, mengatakan bahwa posko di Kampung Salaereuh, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kampung itu dihuni sekitar 500 jiwa yang berasal dari tiga rukun tangga.

Baca juga: Relawan tunanetra PMI berikan pelayanan pijat korban gempa

Setiap hari, Tim Reaksi Cepat Aksi Kebencanaan selalu memberikan tes kesehatan kepada masyarakat terdampak karena masyarakat selalu menyampaikan keluhan, seperti kedinginan, diare, dan kelelahan.

Salah satu warga terdampak bernama, Wawan, mengapresiasi pemberian kesehatan gratis yang diberikan oleh Pupuk Indonesia.

Ia menceritakan bahwa anaknya yang masih berusia tiga tahun mengalami luka cukup berat di bagian wajah.

"Pengobatan tidak pernah berhenti, setiap hari lukanya dibersihkan dan perban diganti," ucap dia.

Sejauh ini, perseroan juga telah memberikan bantuan berupa beras, air mineral, mi instan, selimut, kain kafan, popok, obat-obatan, telur, biaya sewa truk, biaya bongkar muat hingga biaya bahan bakar minyak untuk pengiriman barang.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur pada Senin (21/11). Guncangan gempa itu menyebabkan banyak rumah runtuh dan tanah bergerak.

Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis hari ini, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi tersebut mencapai 310 orang.

Baca juga: BNPB: Tak ada kerusakan tambahan akibat gempa susulan di Cianjur
Baca juga: BMKG mencatat terjadi 248 gempa susulan di Cianjur hingga Jumat
Baca juga: Penyintas gempa Cianjur gotong royong memasak untuk pengungsi