Pupuk Indonesia Cetak Pendapatan Konsolidasi Rp 53,54 Triliun di Kuartal III 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hingga Kuartal III 2020, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Terlihat, perseroan mampu membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 53,54 triliun. Angka tersebut setara 106,5 persen dari rencana periode yang sama sebesar Rp 50,25 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, sampai dengan kuartal III 2020, Perusahaan berhasil memproduksi produk pupuk sebesar 9.416.703 ton atau setara 116,2 persen dari rencana periode yang sama sebesar 8.104.744 ton. Perusahaan juga berhasil memproduksi amoniak sebesar 5.347.154 ton yang mencapai 114,6 persen dari rencana yang sebesar 4.664.293 ton.

“Pencapaian produksi pupuk lebih tinggi dari rencana terutama disebabkan kami dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi,” kata Bakir Pasaman, Selasa (3/11/2020).

Selain itu, dibidang pemasaran, Pupuk Indonesia berhasil menjual produk pupuk dengan total capaian sebesar 9.926.928 ton atau 123,23 persen dari rencana Triwulan III tahun 2020 sebesar 8.055.517 ton. Sehingga posisi keuangan Perseroan pun terjaga pada tren positif.

Pupuk Indonesia juga aktif dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM. Salah satunya melalui program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang diprakarsai Menteri BUMN. Perusahaan telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target transaksi melalui PaDi di tahun 2020 sebesar Rp 2 triliun.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19 dalam berbagai bentuk, termasuk pemberian bantuan alat Kesehatan, pembangunan fasilitas pemeriksaan covid, dan lain sebagainya. Total bantuan Pupuk Indonesia Group untuk penanggulangan Covid-19 sudah mencapai Rp 129 miliar.

Tata Kelola

Gedung Petrokimia Gresik (pupuk-indonesia.com)
Gedung Petrokimia Gresik (pupuk-indonesia.com)

Capaian positif lainnya di bidang tata kelola. Pupuk Indonesia menjadi salah satu BUMN terdepan yang berhasil meraih Sertifikat Manajemen Anti Penyuapan. Bersama enam anak perusahaannya telah berhasil mengimplementasikan Arahan Kementerian BUMN yang mendorong seluruh Perusahaan Negara untuk meningkatkan penerapan tata kelola perusahan melalui sertifikasi SMAP SNI ISO 37001:2016.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S-17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020. Dalam satu tahun masa kepemimpinan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, Pupuk Indonesia gencar melakukan transformasi bisnis untuk menghadapi persaingan ke depan.

“Pupuk Indonesia bertransformasi menjadi penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian yang memberi dampak ekonomi dan sosial secara nasional. Kami mendapat tugas untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor komersil tapi tetap harus mempertahankan program ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Program unggulan yang mendorong transformasi adalah Agri Solution, Customer Centric serta Research and Development dengan mengedepankan efisiensi, dan digitalisasi secara masif dalam aktivitas perusahaan.

“Kedepannya Pupuk Indonesia diminta untuk berinvestasi guna mendorong perekonomian lewat pembangunan pabrik-pabrik pupuk baru yang hemat energi dengan teknologi terkini di berbagai daerah dan juga melakukan pembangunan pabrik petrokimia pendukung industri pupuk,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: